RADAR-BLAMBANGAN.COM, | SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga menyiapkan langkah percepatan peningkatan kualitas infrastruktur jalan dengan memprioritaskan pelebaran sejumlah ruas strategis yang masih berada di bawah standar lebar ideal.
Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Edy Tambeng Widjaja, menjelaskan bahwa pelebaran jalan tidak dapat dilakukan secara menyeluruh karena keterbatasan ruang dan kondisi geografis. Oleh sebab itu, pengerjaan akan diprioritaskan pada ruas yang secara teknis memungkinkan untuk diperlebar di dalam Ruang Milik Jalan (Rumija).
Pada Perubahan APBD (P-APBD) 2026, Pemprov Jatim menargetkan pelebaran jalan sepanjang 10 kilometer. Target tersebut meningkat signifikan dibanding rencana awal yang hanya sekitar 2 kilometer. Saat ini, tim masih melakukan survei lapangan guna menentukan ruas yang menjadi prioritas pelaksanaan.
Program tersebut akan berlanjut pada 2027 dengan target pelebaran mencapai 20 kilometer. Beberapa ruas utama yang menjadi fokus di antaranya jalur Pujon–Ngoro, Talun–Tirtoyudo, hingga akses menuju kawasan wisata Sendang Biru yang selama ini dinilai membutuhkan peningkatan kapasitas jalan.
Menurut Edy, rata-rata anggaran yang dibutuhkan untuk pelebaran jalan mencapai sekitar Rp12 miliar per kilometer. Nilai tersebut masih dapat berubah bergantung pada kondisi medan, tingkat kesulitan pekerjaan, serta kebutuhan konstruksi di lapangan.
Berdasarkan data Dinas PU Bina Marga Jatim, saat ini sekitar 52 persen jaringan jalan provinsi telah memenuhi standar lebar ideal, yakni mencapai 7 meter. Sementara itu, sekitar 48 persen lainnya atau kurang lebih 700 kilometer masih memiliki lebar antara 5 hingga 6 meter sehingga memerlukan penanganan bertahap.
Kondisi tersebut banyak dijumpai pada ruas jalan di kawasan pegunungan, seperti jalur Pakis–Poncokusumo, Paiton–Santi Logo, hingga akses menuju Cangar. Selain menjadi tantangan bagi mobilitas masyarakat, keterbatasan lebar jalan juga berpengaruh terhadap kelancaran arus logistik dan keselamatan pengguna jalan.
Melalui program pelebaran bertahap ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap konektivitas antarwilayah semakin baik, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat dalam beraktivitas.(mh)
