RADAR-BLAMBANGAN.COM, | Perjalanan Inspiratif Scholarindo Menebar Ilmu Tanpa Batas
Dari sebuah kelas bahasa Inggris daring di masa pandemi yang diikuti 1,000 peserta, Scholarindo bertransformasi menjadi oase belajar gratis yang merangkul Sabang sampai
Di tengah riuhnya era digital dan mahalnya akses pendidikan berkualitas, ada sebuah gerakan sunyi namun berdampak besar yang terus merajut asa anak-anak bangsa. Bernama Scholarindo, komunitas pendidikan non-profit ini membuktikan bahwa batas ekonomi dan geografis bukanlah halangan untuk merengkuh ilmu pengetahuan. Di balik layar kesuksesan organisasi yanG kini menaungi ribuan pelajar dari berbagai penjuru Indonesia ini, tersimpan sebuah kisah ketulusan, perjuangan hidup, dan semangat berbagi yang luar biasa.
Akar Inspirasi: Perjuangan Menembus Batas
Setiap gerakan besar pasti berakar dari sebuah pengalaman personal yang mendalam. Begitu pula dengan Scholarindo. Organisasi ini lahir dari niat tulus sang founder, Awalia Maulina, S.E., M.H., LL.M., yang dilatarbelakangi oleh memori perjuangan masa lalu dalam meraih pendidikan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi.
Bagaimana rasanya berjuang menempuh bangku pendidikan dengan sumber daya yang pas-pasan, namun memiliki mimpi setinggi langit? Pengalaman tersebut membentuk ketangguhan mental dan kesadaran mendalam bahwa ilmu adalah kunci pemutus rantai keterbatasan. Berbekal perjuangan dan ilmu yang berhasil diraihnya hingga jenjang magister, Awalia tergerak untuk memastikan anak-anak lain yang bernasib serupa tidak perlu merasakan jalan terjal yang sama tanpa uluran tangan.
Niat mulia ini kemudian mendapat sambutan hangat dari rekan terdekatnya, Kak Dinda Noor Sofia, yang bersama-sama mengambil peran sebagai Founder Partner. Bersatu dalam visi yang seirama, keduanya memantapkan langkah untuk mendirikan wadah pendidikan yang dapat diakses oleh siapa saja secara cuma-cuma.
“Berawal dari keinginan berbagi ilmu secara gratis kepada semua orang yang membutuhkan, Scholarindo hadir sebagai rumah bersama bagi siapa saja yang haus akan pengetahuan tanpa memandang latar belakang.”
Titik Awal di Tengah Badai Pandemi (Januari 2021)
Tepat pada tanggal 5 Januari 2021, di tengah cengkeraman masa-masa sulit pandemi global COVID-19, Scholarindo resmi memulai langkah perdananya dengan membuka kelas belajar bahasa Inggris online. Di luar dugaan, antusiasme masyarakat begitu luar biasa. Hanya dalam waktu singkat, sebanyak 1.000 orang pendaftar dari berbagai kalangan usia, latar belakang, dan wilayah tumpah ruah bergabung dalam kelas tersebut.
Angka 1.000 peserta ini menjadi bukti nyata bahwa kebutuhan akan ruang belajar yang inklusif dan gratis sangatlah tinggi di masyarakat. Dari titik inilah Scholarindo mulai menanam akar yang kuat, bertransformasi dari sekadar gagasan sederhana menjadi sebuah gerakan masif.
Evolusi Pembelajaran: Dari Murid Menjadi Mentor
Seiring berjalannya waktu, Scholarindo berkembang pesat. Jika dulunya hanya berfokus pada bahasa Inggris, kini organisasi ini telah menaungi 9 kelas bahasa yang berbeda, memenuhi dahaga belajar masyarakat lintas usia.
Satu hal yang paling mengharukan dan menjadi jiwa dari Scholarindo adalah sistem kaderisasi dan kerelawanannya. Para mentor dan co-mentor di Scholarindo mendedikasikan waktu dan ilmunya secara sukarela tanpa memungut biaya sepeser pun. Unik dan membanggakannya lagi, sebagian besar dari para mentor dan co-mentor hari ini merupakan alumni murid Scholarindo sendiri yang dulunya belajar dari nol, lalu bertumbuh dan kini balik menebar manfaat.
Tidak hanya terpaku pada ranah bahasa secara daring, Scholarindo juga memperluas horison peserta melalui kelas-kelas offline pilihan seperti kelas Bahasa Korea, seni tata rias (make-up), hingga keterampilan menjahit. Ruang-ruang kelas ini tidak sekadar mengajarkan keahlian teknis, melainkan merajut ikatan kekeluargaan yang erat di antara para anggotanya.
Merajut Kedekatan: Lima Kali Pertemuan Penuh Makna
Pendidikan bukan hanya soal transfer pengetahuan di dalam kelas, melainkan juga tentang membangun kepekaan sosial dan ikatan kekeluargaan yang nyata. Hingga saat ini, Scholarindo telah sukses mengadakan lima kali kegiatan pertemuan atau gathering akbar, baik yang merangkul peserta kelas online maupun offline.
Empat pertemuan sebelumnya diisi dengan kegiatan sosial penuh makna, bersilaturahmi langsung ke Panti Asuhan, Panti Jompo, Pusat Rehabilitasi Narkoba & ODGJ, serta Kantin 2000 dengan mengusung tema “CSR dan Halal Bihalal by Scholar.Indo”. Kegiatan ini menanamkan nilai empati yang mendalam bagi seluruh anggota keluarga besar Scholarindo.
Gathering Akbar 2026: “Scholarverse” dan Akar Budaya Indonesia
Melanjutkan tradisi kebersamaan tersebut, pada tanggal 18–19 Juli 2026, Scholarindo kembali menggelar acara temu darat (gathering offline) yang sangat meriah dengan mengusung tema bertajuk “SCHOLARVERSE 2026: From Online Connection to Real-Life Memories”.
Rangkaian Kegiatan Gathering 2026:
Acara diisi dengan berbagai permainan interaktif yang mencairkan suasana, sesi tukar kado penuh kehangatan, serta wisata edukasi budaya mengunjungi Monumen Nasional (Monas), Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Masjid Istiqlal,Katedral Jakarta dan Kota Tua Jakarta.
Perjalanan napak tilas sejarah ini terasa semakin berkesan karena dipandu langsung oleh Adan, seorang mentor Scholarindo yang juga merupakan lulusan Jurusan Sejarah Universitas Indonesia. Penjelasan mendalam mengenai lokasi-lokasi ikonik tersebut menyadarkan para peserta akan pentingnya mengenang akar budaya dan sejarah bangsa Indonesia di tengah era modernisasi.
Jaringan Belajar dari Sabang sampai Merauke
Kini, semangat belajar yang dibawa Scholarindo telah menembus batas geografis Nusantara. Murid-murid yang mengikuti kelas daring datang dari berbagai penjuru wilayah mulai dari Indonesia bagian barat, tengah, hingga timur. Seluruhnya dipersatukan oleh satu api semangat yang sama: antusiasme yang tinggi untuk terus belajar dan memperluas wawasan kebahasaan.
Keberhasilan perjalanan panjang ini tentu tidak terlepas dari dedikasi struktur kepengurusan yang solid, profesional, dan berdedikasi tinggi:
Founder: Awalia Maulina, S.E., M.H., LL.M. & Dinda Noor Sofia
Board of Executive (BOE): Ms. Hesti Amalia Haerani & Mr. Muhammad Iqbal Immadudin Zaky
Direktur: Ms. Mirza Melia Amatunnisaa, S.E.
Wakil Direktur: Ms. Isna Nuri Rahayu
Sekretaris: Wahyu Dwi Nur Windha
Finance: Rizka Kusumawijaya
Admin Offline: Dyah Tiara Annisa Febrianti
Team Design: Eliza Wahyu Widyastuti, Roro Mar’atus
Solikhah, Adinda Devita & Diana Rosita
Team Sosmed: Hana Aulia Hanifah, Evi Amaliyah, Machiko Jaya & Dania Widyawati Liawab
Team Humas: Andini Putri, Dian Yuniar Septyani Putri & Nadiara
Menatap Masa Depan: Terus Menebar Ilmu
Dengan berbekal semangat “Belajar dan Berbagi”, Scholarindo bertekad untuk terus melangkah, melebarkan sayap, dan menebarkan manfaat ilmu pengetahuan tanpa henti. Organisasi ini telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah takdir yang mengikat, melainkan batu loncatan untuk melahirkan generasi yang cerdas, berempati, dan siap membangun masa depan bangsa.
Scholarindo: Menghubungkan dunia maya menjadi kenangan nyata, merajut asa mencerdaskan bangsa
Wartawan : Yoshua
