RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Kabar menggembirakan datang bagi dunia pariwisata Banyuwangi. Dukungan besar dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama Angkasa Pura menjadi sinyal kuat bahwa Banyuwangi semakin diperhitungkan sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Kolaborasi strategis tersebut tidak hanya menyasar penguatan promosi dan kualitas event, tetapi juga peningkatan konektivitas udara yang diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan optimismenya setelah bertemu langsung dengan jajaran direksi InJourney di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi.
“Kami telah bertemu jajaran direksi InJourney dan mereka menyatakan komitmen penuh untuk mendukung pengembangan pariwisata Banyuwangi. Kami optimistis kolaborasi ini akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah,” ujar Ipuk, Minggu (2/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama InJourney Maya Watono didampingi Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi. Keduanya menilai Banyuwangi memiliki seluruh modal untuk bersaing di pasar pariwisata internasional.
Menurut Maya, Banyuwangi memiliki kekayaan alam yang memukau, budaya yang tetap terjaga, kuliner yang khas, hingga kopi berkualitas tinggi. Ditambah lagi, kreativitas pemerintah daerah dalam mengembangkan event menjadi kekuatan yang sulit ditandingi.
“Banyuwangi memiliki potensi yang luar biasa. Alamnya indah, budayanya kuat, kulinernya menarik, kopinya juga luar biasa. Yang paling penting, tim di daerah sangat kreatif. Saya melihat pariwisata bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi masa depan Banyuwangi,” tegas Maya.
Sebagai langkah nyata, InJourney akan menyusun roadmap strategis bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi guna memperkuat daya saing destinasi wisata, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, serta memperluas pergerakan wisatawan nusantara ke Banyuwangi.
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan event internasional. Gandrung Sewu yang akan digelar pada Oktober mendatang diproyeksikan menjadi etalase budaya Indonesia di mata dunia dengan dukungan promosi yang lebih masif.
Tak hanya itu, Angkasa Pura juga membuka peluang peningkatan frekuensi penerbangan menuju Banyuwangi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempermudah akses wisatawan sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan, pengembangan konektivitas akan dirancang secara matang dengan mengintegrasikan Banyuwangi bersama destinasi wisata lain agar tingkat keterisian penumpang tetap optimal.
“Ketika event semakin kuat, destinasi semakin menarik, dan akses transportasi semakin mudah, maka ekosistem pariwisata akan tumbuh pesat. Dampaknya bukan hanya pada meningkatnya jumlah wisatawan, tetapi juga terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat,” ujar Rizal.
Kolaborasi antara InJourney, Angkasa Pura, dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia yang siap bersaing di panggung pariwisata internasional.(silvi)
