RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Kisah dua putra terbaik Banyuwangi ini menjadi bukti nyata bahwa kegagalan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Dengan tekad yang tak pernah padam, mereka berhasil menembus kerasnya seleksi Akademi Angkatan Laut (AAL) hingga mengukir prestasi tertinggi sebagai lulusan terbaik tahun 2026.
Adalah Letda Laut (P) Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra, pemuda asal Kecamatan Rogojampi, yang sukses menyabet penghargaan bergengsi Adhi Makayasa, penghargaan tertinggi bagi lulusan terbaik AAL. Penghargaan tersebut disematkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta.
Di balik senyum bangganya, tersimpan perjuangan panjang yang penuh air mata dan kegagalan. Rizqi mengungkapkan bahwa dirinya harus merasakan pahitnya penolakan hingga delapan kali saat mengikuti berbagai seleksi akademi militer dan kepolisian.
“Saya delapan kali gagal. Tapi saya tidak pernah menyerah. Alhamdulillah pada kesempatan yang kesembilan saya berhasil lolos,” ungkap alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan ke-27 itu saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (31/7/2026).
Perjalanan Rizqi dimulai sejak lulus SMA pada 2019. Ia gagal di Akademi Militer (Akmil), kemudian kembali gagal saat mendaftar Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2020 dan 2021. Bahkan setelah sempat kuliah di salah satu perguruan tinggi di Malang selama dua semester, tekadnya tak pernah luntur.
Atas saran kedua orang tuanya, Rizqi akhirnya memilih mendaftar ke Akademi Angkatan Laut pada 2023. Keputusan itu menjadi titik balik kehidupannya. Ia diterima, menjalani pendidikan dengan penuh disiplin, hingga akhirnya dinobatkan sebagai lulusan terbaik AAL Tahun 2026.
Tak hanya Rizqi, prestasi membanggakan juga diraih Letda (Mar) Fikri Bima Herdian Useng, putra asal Desa Kebaman, Kecamatan Srono. Alumni SMAN 1 Srono Tahun 2022 tersebut berhasil meraih penghargaan Adhi Prasta sebagai lulusan terbaik Korps Marinir AAL.
Fikri pun memiliki kisah perjuangan yang tak kalah menginspirasi. Setelah gagal masuk Akmil pada 2022, ia tidak menyerah. Ia mencoba berbagai jalur, mulai dari TNI, Polri hingga perguruan tinggi. Kesempatan emas akhirnya datang saat diterima di Akademi Angkatan Laut.
Yang lebih mengharukan, Fikri mengaku dirinya bukanlah siswa berprestasi saat SMA.
“Saya dulu pernah peringkat 36 dari 38 siswa. Tapi saya tidak malu punya mimpi besar. Saya terus berusaha, berlatih, dan meminta restu orang tua. Alhamdulillah sekarang cita-cita itu terwujud,” tuturnya.
Kisah dua perwira muda tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Menurutnya, keberhasilan Rizqi dan Fikri menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda bahwa kesuksesan hanya bisa diraih melalui kerja keras, ketekunan, doa, dan restu orang tua.
“Banyuwangi bangga memiliki pemuda seperti kalian. Ini menjadi bukti bahwa kegigihan, kerja keras, doa, dan restu orang tua akan mengantarkan seseorang menuju keberhasilan. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh generasi muda Banyuwangi untuk tidak pernah menyerah mengejar cita-cita,” ujar Ipuk.
Keberhasilan Letda Rizqi dan Letda Fikri menjadi kebanggaan tersendiri bagi Banyuwangi. Di tengah ketatnya persaingan seleksi calon perwira TNI, keduanya membuktikan bahwa kegagalan hanyalah batu loncatan menuju kesuksesan. Sebab, selama seseorang tidak berhenti berjuang, mimpi besar akan selalu menemukan jalannya untuk menjadi kenyataan.(silvi)
