RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Siapa sangka, dari sebuah desa di ujung selatan Banyuwangi, mimpi besar untuk melahirkan atlet catur kelas dunia mulai dirajut. Pendopo Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, berubah menjadi arena pertarungan intelektual saat 140 peserta dari berbagai jenjang usia bertarung dalam Turnamen Catur HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Bukan sekadar adu bidak, ajang ini diyakini menjadi titik awal lahirnya generasi emas olahraga catur Indonesia.
Riuh tepuk tangan, wajah-wajah penuh konsentrasi, hingga duel strategi yang menegangkan mewarnai jalannya pertandingan. Anak-anak, remaja, hingga peserta kategori umum menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam setiap langkah di atas papan catur.
Ketua Pelaksana Cabang Olahraga Catur, Hendro, S.Pd., menegaskan bahwa turnamen ini bukan hanya mencari juara, melainkan membentuk karakter generasi muda agar mampu berpikir kritis, disiplin, berani mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas setiap pilihan yang diambil.
“Di atas papan catur, anak-anak belajar menyusun strategi, mengendalikan emosi, dan menerima hasil dengan sportif. Nilai-nilai ini akan menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka,” ujar Hendro, Kamis (6/8/2026).
Hendro yang juga Pimpinan Sydney Chess Club (SCC) Temurejo serta anggota Percasi Kabupaten Banyuwangi menilai semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, setiap anak yang berani duduk bertanding sejatinya telah menjadi pemenang karena berani menguji kemampuan dan belajar dari setiap pengalaman.

Turnamen berlangsung menggunakan sistem Swiss dengan tiga kategori pertandingan, yakni SD/MI, SMP/MTs, dan kategori umum. Format tersebut memberi kesempatan kepada seluruh peserta untuk terus bertanding meski mengalami kekalahan, sehingga proses belajar tetap berjalan hingga babak akhir.
Sementara itu, Ketua Panitia Umum HUT RI ke-81 Desa Temurejo, Moh. Syahroni Bakir Arifin, S.Pd., mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat. Menurutnya, turnamen catur telah menjadi ajang pemersatu warga sekaligus media pembinaan generasi muda yang sarat nilai edukatif.
Panitia tidak hanya memberikan medali, sertifikat, dan hadiah kepada para juara, tetapi juga memberikan penghargaan bagi peserta peringkat 4 hingga 15 sebagai bentuk apresiasi atas semangat juang mereka.
Lebih dari sekadar memeriahkan Hari Kemerdekaan, Turnamen Catur HUT RI ke-81 Desa Temurejo menjadi bukti bahwa desa mampu menjadi kawah candradimuka lahirnya atlet-atlet masa depan. Dari langkah kecil di atas papan catur, bukan mustahil kelak akan lahir pecatur yang membawa nama Banyuwangi, bahkan Indonesia, berkibar di panggung nasional hingga internasional.***
