RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Suara petani Banyuwangi akhirnya terdengar langsung di hadapan pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan turun langsung menyerap aspirasi Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan para petani Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalibaru di Balai Pertemuan DAM Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026).
Dialog tersebut berlangsung panas namun konstruktif. Sejumlah perwakilan petani secara terbuka menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, terutama terkait kondisi jaringan irigasi menghadapi musim kemarau panjang.
Petani juga mengeluhkan perlunya normalisasi saluran irigasi sekunder yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan penumpukan lumpur. Persoalan tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran distribusi air ke lahan pertanian apabila tidak segera ditangani.
Mendengar langsung keluhan tersebut, Zulhas meminta pemerintah daerah bergerak cepat. Ia bahkan meminta Bupati Banyuwangi segera membuat surat resmi berisi seluruh usulan petani untuk disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dengan tembusan kepada Kemenko Pangan.
“Saya minta pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati, segera membuat surat resmi berbagai usulan petani ke Kementerian PU, dan tembusan ke Kemenko Pangan. Pastinya akan saya kawal langsung,” tegas Zulhas.
HARGA GABAH NAIK, PETANI MULAI TERSENYUM
Di tengah berbagai persoalan infrastruktur pertanian, muncul kabar menggembirakan. Dalam dialog tersebut, Zulhas mencatat adanya peningkatan harga jual gabah yang diterima petani Banyuwangi.
Berdasarkan pengakuan para petani, harga gabah saat ini telah mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram, meningkat dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp5.500 per kilogram.
Kenaikan tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap pendapatan petani. Selain harga gabah, Zulhas juga mencatat kondisi pendistribusian pupuk yang saat ini menunjukkan perkembangan positif.
Namun bagi pemerintah, kenaikan pendapatan petani harus berjalan beriringan dengan ketersediaan infrastruktur pertanian, terutama irigasi.
PESAN TEGAS PRESIDEN PRABOWO
Zulhas menegaskan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar persoalan yang membuat petani kesulitan harus segera diatasi.
Karena itu, kerusakan maupun persoalan irigasi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Infrastruktur air menjadi salah satu kunci utama keberlangsungan produksi pangan nasional.
“Kita bisa makan kalau petaninya sehat, petaninya makmur. Yang maju dan dapat nikmat harus petani Indonesia,” ujar Zulhas.
Kehadiran langsung Menko Pangan di tengah petani Banyuwangi menjadi sinyal bahwa persoalan pangan tidak hanya berbicara soal produksi dan harga. Air untuk sawah, irigasi yang berfungsi, pupuk yang tersedia, serta harga gabah yang menguntungkan petani menjadi satu mata rantai yang harus dijaga bersama.
Kini, bola berada di tangan pemerintah daerah dan kementerian terkait. Aspirasi sudah disampaikan, janji pengawalan sudah ditegaskan. Tinggal menunggu seberapa cepat saluran irigasi petani Banyuwangi benar-benar mendapat perhatian dan perbaikan.***
