RADAR-BLAMBANGAN.COM, | JEMBRANA, BALI, – Aktivitas bongkar dan pengepakan ikan di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, mendapat perhatian serius jajaran kepolisian. Bukan karena adanya gangguan keamanan, melainkan sebagai langkah antisipasi agar aktivitas masyarakat pesisir tetap berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Senin pagi (31/8/2026), personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Jembrana turun langsung ke kawasan pelabuhan. Sekitar pukul 08.45 hingga 09.35 WITA, polisi menyusuri area aktivitas masyarakat sekaligus membangun komunikasi melalui patroli dialogis.
Di tengah kesibukan para pekerja, petugas menyambangi Mali bersama sejumlah rekannya yang tengah melakukan pengebox ikan untuk dikirim menuju Muncar, Banyuwangi.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan personel Sat Polairud untuk menyampaikan sejumlah pesan penting. Masyarakat diajak tidak sekadar menjaga keamanan, tetapi juga ikut menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman di kawasan pelabuhan.
Salah satu perhatian utama petugas adalah aspek keselamatan kerja. Aktivitas pengebox ikan yang dilakukan di area dengan permukaan licin dinilai membutuhkan kewaspadaan ekstra. Polisi mengingatkan para pekerja agar tidak mengabaikan faktor keselamatan demi mengejar kecepatan pekerjaan.
Tak berhenti di situ, persoalan kebersihan lingkungan juga menjadi bagian dari pesan yang disampaikan. Masyarakat diminta tidak membuang sampah sembarangan agar kawasan PPN Pengambengan tetap bersih dan tidak mengganggu aktivitas para nelayan maupun pengguna jasa pelabuhan lainnya.
Polisi Pilih Hadir Sebelum Gangguan Terjadi
Patroli dialogis tersebut menunjukkan pola pendekatan kepolisian yang tidak hanya menunggu persoalan muncul. Kehadiran personel di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya membaca potensi gangguan sejak dini sekaligus membuka ruang komunikasi langsung dengan warga.
Dengan cara tersebut, berbagai persoalan yang berpotensi berkembang menjadi gangguan kamtibmas dapat diketahui lebih awal. Masyarakat pun memiliki ruang untuk menyampaikan kondisi maupun persoalan yang mereka temui di lapangan.
Kapolres Jembrana AKBP Cheery S.M. Simamora, S.E., S.I.K., M.I.K., menekankan agar setiap personel menjalankan tugas dengan mengedepankan prinsip Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan (Presisi).
Prinsip itu diterapkan melalui kehadiran polisi yang aktif di tengah masyarakat, kemampuan mengantisipasi potensi gangguan, respons cepat terhadap persoalan warga, serta pelayanan yang profesional dan berkeadilan.
Bagi Sat Polairud Polres Jembrana, kawasan pesisir bukan sekadar wilayah yang harus dipantau. Lebih dari itu, pesisir merupakan ruang kehidupan masyarakat yang membutuhkan rasa aman, keselamatan kerja dan lingkungan yang terjaga.
Karena itu, patroli dan sambang akan terus diperkuat. Polisi ingin memastikan aktivitas masyarakat pesisir tetap berjalan lancar, sementara masyarakat juga didorong menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya.
Pesan yang dibawa polisi sederhana namun tegas: keamanan bukan hanya tugas aparat. Ketika polisi dan masyarakat bergerak bersama, potensi gangguan dapat dicegah sebelum berubah menjadi persoalan besar.
(Echa)
