RADAR-BLAMBANGAN.COM, | SURABAYA – Nama Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan kembali menjadi perhatian di tengah dinamika mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.
Perwira menengah Polri tersebut diketahui telah menjabat sebagai Kapolrestabes Surabaya sejak September 2024. Hingga memasuki hampir dua tahun masa kepemimpinannya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan masih dipercaya memimpin Polrestabes Surabaya dan belum masuk dalam daftar mutasi pada gelombang mutasi terakhir.
Hal tersebut turut menjadi perhatian Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PWFRN), R.Mas MH Agus Rugiarto Astrodiarjo, S.H., atau yang akrab disapa Agus Flores.
Menurut Agus Flores, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan merupakan salah satu perwira yang memiliki kemampuan dan kapasitas dalam menjalankan amanah organisasi.
“Termasuk hebat Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan. Beliau sudah hampir dua tahun memimpin Polrestabes Surabaya dan masih dipercaya menjalankan tugasnya,” ungkap Agus Flores.
Ketum PWFRN itu menilai, tidak masuknya nama seorang perwira dalam daftar mutasi tidak bisa serta-merta dimaknai sebagai adanya persoalan ataupun perlakuan berbeda dari pimpinan institusi.
Menurutnya, jumlah perwira berpangkat Komisaris Besar Polisi di lingkungan Polri sangat banyak, sementara dinamika mutasi dan rotasi jabatan sepenuhnya menjadi bagian dari kebutuhan organisasi serta kebijakan pimpinan.
“Mungkin karena terlalu banyak Kombes di Kepolisian sehingga belum semuanya bisa menjadi perhatian dalam satu waktu. Bisa saja TR berikutnya nama Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan masuk dalam daftar mutasi,” ujarnya.
Agus Flores juga menegaskan bahwa dirinya tidak melihat adanya unsur pilih kasih dalam dinamika mutasi di tubuh Polri.
Menurutnya, sebagai Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mengendalikan dan memastikan berbagai persoalan keamanan, penegakan hukum serta dinamika nasional dapat ditangani dengan baik.
“Kapolri bukan pilih kasih. Urusan beliau sangat banyak. Mengurus persoalan negara yang begitu luas saja sudah sangat besar tanggung jawabnya, apalagi harus memperhatikan satu per satu dinamika seluruh anggota Polri,” tegas Agus Flores.
Ia menambahkan, Polri merupakan institusi besar dengan jumlah personel yang sangat banyak dan tersebar dari tingkat pusat hingga daerah. Karena itu, proses mutasi dan rotasi jabatan tentu dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan organisasi.
Sementara itu, hingga saat ini Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan masih mengemban amanah sebagai Kapolrestabes Surabaya, sebuah jabatan strategis dengan tantangan besar mengingat Surabaya merupakan salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia.
Bagi Agus Flores, kepercayaan yang masih diberikan kepada Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan untuk memimpin Polrestabes Surabaya justru menunjukkan bahwa setiap pejabat memiliki waktu dan dinamika penugasan masing-masing.
“Mutasi itu bagian dari dinamika organisasi. Hari ini belum, bukan berarti besok tidak. Bisa saja TR berikutnya namanya masuk. Yang terpenting, selama masih diberikan amanah, tugas harus terus dijalankan dengan baik untuk masyarakat dan negara,” pungkas Ketum PWFRN Agus Flores.
Kini, publik tinggal menunggu dinamika mutasi berikutnya. Setelah hampir dua tahun memimpin Polrestabes Surabaya, apakah Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan akan tetap melanjutkan pengabdiannya di Kota Pahlawan atau justru mendapat amanah baru?
Semua masih menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri. Namun satu hal yang pasti, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan hingga kini masih menjadi salah satu perwira yang dipercaya mengemban tugas besar menjaga keamanan Kota Surabaya.(Mh)
