RADAR-BLAMBANGAN.COM, | Tulungagung — Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2027 mulai dibahas. Dalam rapat paripurna DPRD Tulungagung, Rabu (9/9/2026), Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan postur anggaran yang akan menjadi pijakan pembangunan daerah pada tahun mendatang.
Ketua DPRD Tulungagung Marsono mengatakan, pembahasan APBD 2027 maupun Perubahan APBD 2026 memiliki posisi penting karena berkaitan langsung dengan arah pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, APBD tidak boleh hanya dipandang sebagai rutinitas tahunan untuk memenuhi kewajiban administratif. Lebih dari itu, anggaran daerah harus menjadi instrumen untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kondisi fiskal daerah tetap sehat.
“Penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 maupun APBD Tahun Anggaran 2027 merupakan instrumen kebijakan fiskal daerah yang sangat strategis,” kata Marsono.
Ia menambahkan, pembahasan anggaran juga menjadi bentuk komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif dalam merespons dinamika kebutuhan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta menjaga kesinambungan fiskal yang sehat dan akuntabel.
Untuk Perubahan APBD 2026, Marsono berharap pemerintah daerah dapat mengoptimalkan sisa waktu tahun anggaran berjalan. Penataan ulang program dan kegiatan juga diperlukan, terutama yang harus disesuaikan dengan perkembangan kondisi makroekonomi serta target prioritas pembangunan dalam RKPD 2026.
Sementara untuk APBD 2027, DPRD meminta agar anggaran lebih diarahkan pada program yang memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
“Kita dituntut untuk mampu merumuskan alokasi anggaran yang lebih berorientasi pada hasil,” tegasnya.
Sejumlah sektor menjadi perhatian, di antaranya penguatan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
“Muara dari semuanya adalah terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tulungagung,” lanjut Marsono.
Dari sisi angka, RAPBD Tulungagung 2027 memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp2,708 triliun. Sementara belanja daerah direncanakan mencapai Rp2,995 triliun.
Dengan komposisi tersebut, terdapat defisit anggaran sebesar Rp286,866 miliar. Defisit tersebut akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan dengan nilai yang sama, sehingga pembiayaan netto mencapai Rp286,866 miliar.
Sementara itu, pengeluaran pembiayaan ditetapkan Rp0 dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun berkenaan diproyeksikan Rp0.
Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menjelaskan, penyusunan RAPBD 2027 telah diselaraskan dengan prioritas daerah sebagaimana tertuang dalam RKPD 2027. Proses tersebut juga disinkronkan dengan prioritas pembangunan nasional dan provinsi.
“Penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 telah disinergikan dengan beberapa prioritas daerah yang terdapat dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2027 melalui proses sinkronisasi dengan prioritas nasional dan provinsi,” ujar Ahmad Baharudin.
RKPD tersebut kemudian menjadi pedoman dalam penyusunan KUA-PPAS 2027 yang telah disepakati bersama antara pemerintah daerah dan DPRD.
Selain APBD 2027, Pemkab Tulungagung juga menyampaikan postur Rancangan Perubahan APBD 2026.
Dalam perubahan tersebut, pendapatan daerah yang semula sebesar Rp3,015 triliun berkurang Rp23,937 miliar. Setelah perubahan, pendapatan diproyeksikan menjadi Rp2,991 triliun.
Di sisi belanja, anggaran justru mengalami peningkatan cukup signifikan. Belanja yang semula Rp3,233 triliun bertambah Rp234,944 miliar sehingga setelah perubahan menjadi Rp3,468 triliun.
Perubahan tersebut membuat defisit APBD 2026 meningkat menjadi Rp477,649 miliar. Defisit itu selanjutnya akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan.
Ahmad Baharudin menambahkan, penyampaian rancangan anggaran 2027 dilakukan lebih awal untuk memaksimalkan waktu pembahasan. Dengan demikian, ketika memasuki Januari 2027, program-program prioritas Pemkab Tulungagung diharapkan sudah dapat segera dilaksanakan.
“Agar maksimal dan nanti bulan Januari 2027 itu program sudah bisa dilakukan,” pungkasnya.
(BambangTrimono)
