RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BESUKI, SITUBONDO – Semangat merawat sejarah dan memperkuat jati diri masyarakat menggema di Alun-Alun Besuki. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Besuki (HJB) ke-262 Tahun 2026, masyarakat menggelar Selamatan Bhesokeh dan Doa Bersama dengan mengusung tema “Merawat Warisan, Menguatkan Jati Diri”, Selasa malam. (9/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga 21.00 WIB itu berlangsung khidmat dan diikuti sekitar 100 peserta. Sejumlah unsur penting turut hadir, mulai dari Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala desa hingga berbagai elemen masyarakat Besuki.
Nuansa religius sekaligus historis begitu terasa sejak awal acara. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan Sholawat Nariyah, kemudian dilanjutkan dengan sekapur sirih mengenai sejarah Besuki yang disampaikan Halil Budiarto.
Momentum peringatan HJB ke-262 semakin semarak dengan sambutan Bupati Situbondo yang diwakili Kepala Dinas Koperasi. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai simbol peringatan Hari Jadi Besuki, sebelum ditutup dengan doa bersama.
Bukan sekadar seremoni, Selamatan Bhesokeh menjadi ruang refleksi masyarakat untuk kembali menengok perjalanan panjang Besuki sekaligus meneguhkan komitmen menjaga warisan sejarah, budaya dan kearifan lokal.
Di tengah khidmatnya acara, jajaran Polsek Besuki turut mengambil peran penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Kapolsek Besuki AKP H. Adam, S.H., M.M., selaku Padal, bersama personel Polsek Besuki melaksanakan pengamanan secara langsung di lokasi kegiatan.
Kehadiran aparat kepolisian bukan hanya untuk menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga memastikan masyarakat dapat mengikuti rangkaian doa bersama dengan nyaman hingga kegiatan berakhir.
Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan selamatan sebagai wujud rasa syukur. Suasana kebersamaan pun semakin terasa, memperlihatkan kuatnya ikatan sosial masyarakat dalam menjaga tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
HJB ke-262 menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu. Sejarah adalah identitas yang harus dirawat, budaya adalah warisan yang harus dijaga, dan persatuan menjadi kekuatan untuk membawa Besuki melangkah ke masa depan.
Dengan semangat “Merawat Warisan, Menguatkan Jati Diri”, masyarakat Besuki menunjukkan bahwa kemajuan tidak harus menghapus akar sejarah. Justru dari sejarah dan kearifan lokal itulah jati diri masyarakat terus diperkuat.
Polsek Besuki hadir mengawal setiap rangkaian kegiatan, masyarakat bersatu merawat tradisi, dan Besuki meneguhkan kembali identitasnya di usia 262 tahun.
(jp/bsk)
