RADAR-BLAMBANGAN.COM | LUMAJANG — Meski perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia telah memasuki bulan September 2026, semangat masyarakat Desa Babakan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, untuk memeriahkan kemerdekaan masih tetap membara.
Pemerintah Desa Babakan bersama masyarakat menggelar Karnaval Budaya Nusantara dengan mengusung tema “Merawat Tradisi, Menghidupkan Budaya”.
Sebanyak 16 peserta atau kontingen ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Untuk menambah kemeriahan, juga menghadirkan sound system horeg yang cukup dikenal dan menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang datang menyaksikan karnaval.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Padang Drs. Jamak Nurwanto, S.P., yang tampil mengenakan pakaian adat Dayak, Kepala Desa Babakan Mochamad Rival Andrianto bersama istri tercintanya yang mengenakan pakaian adat Bali, Kapolsek Padang IPTU Buriantoro, S.H., perwakilan Danramil, tokoh masyarakat, panitia, serta tamu undangan lainnya.
Saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, seluruh undangan dan panitia, mulai dari Camat, Kepala Desa, Kapolsek, perwakilan Danramil, tokoh masyarakat, para panitia hingga tamu undangan lainnya, rela berdiri di tengah jalan untuk menyanyikan lagu kebangsaan bersama-sama.
Meskipun berada di ruang terbuka dan bukan di dalam gedung, seluruh peserta pembukaan tetap menunjukkan sikap hormat.
Momen tersebut menjadi gambaran bahwa kemeriahan HUT RI bukan semata-mata tentang hiburan, musik, maupun arak-arakan karnaval, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Usai prosesi pembukaan, dan pembacaan visi dan misi kepala desa oleh panitia, 16 peserta kemudian mengikuti arak-arakan dengan menampilkan berbagai kreasi budaya Nusantara. Beragam kostum, seni, dan kreativitas masyarakat menjadi tontonan menarik bagi warga yang memadati sepanjang jalur karnaval.
Karnaval tahun ini terasa semakin spesial karena bertepatan dengan hari ulang tahun istri tercinta nya Kepala Desa Babakan, Mochamad Rival Andrianto.
Kepala Desa Babakan juga memberikan dukungan kepada seluruh peserta karnaval. Masing-masing dari 16 peserta mendapatkan bantuan sebesar Rp1.000.000, sehingga dukungan yang diberikan untuk seluruh peserta mencapai Rp16 juta.
Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah desa agar setiap peserta dapat mempersiapkan penampilan dan kreativitas terbaik dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.
Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) memanfaatkan keramaian untuk berjualan makanan, minuman, maupun berbagai kebutuhan pengunjung. Para tukang parkir juga ikut mendapatkan penghasilan dari banyaknya kendaraan masyarakat yang hadir.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan masyarakat dalam skala desa tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi warga sekitar.
Dari sisi keamanan, kegiatan karnaval mendapat pengamanan dari jajaran Polsek dan Koramil setempat, yang turut dibantu Linmas Desa Babakan. Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Ketua Panitia Karnaval, Rohmad Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, khususnya pemerintah desa dan masyarakat Babakan.
Ia berharap kegiatan Karnaval Budaya Nusantara dapat menjadi agenda yang terus dilaksanakan setiap tahun dengan konsep yang semakin baik.
Sementara itu, Kepala Desa Babakan Mochamad Rival Andrianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang telah ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, karnaval bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada generasi muda.
Rival juga berpesan kepada semua, para panitia, peserta, penonton, saya menghimbau jaga ketertiban, keamanan, kebersihan, agar karnaval ini bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Dan saya juga berpesan kepada para dancer, penari, dan semua peserta, jaga norma kesopanan. Dancer-nya ojo seksi-seksi, nggih. Sesuai dengan arahan Forkopimda, nggih. Tolong dijaga bajunya, harus sopan.
Kalau ada suara adzan berkumandang, tolong berhenti sebentar 10 menit kira-kira, juga tolong dijaga waktu salat, dijamak, dikosor, ojo sampe gara-gara karnaval sampeyan gak salat.
Saya berharap mudah-mudahan karnaval tahun ini lebih meriah, lebih sukses, dan membawa nama harum Desa Babakan. Amin.
Sedangkan Camat Padang Drs. Jamak Nurwanto, S.P., mengapresiasi semangat masyarakat Desa Babakan dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kehadirannya dengan mengenakan pakaian adat Dayak juga menjadi simbol keberagaman budaya Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Jamak juga mengatakan kepada semua warga babakan mendapatkan salam dari Bupati dan wakil Bupati Lumajang, beliau berterima kasih kepada warga babakan yang kompak dan selalu rukun dan menjalankan amanah dari pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengadakan karnaval dalam rangka HUT RI yang ke-81 di tahun 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, memberikan ruang kreativitas bagi masyarakat, sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga.
Semangat kemerdekaan pun tetap berkobar, meski kalender telah memasuki September 2026.
( uzi )
