RADAR-BLAMBANGAN.COM, | JEMBRANA, BALI, — Laut memiliki potensi sekaligus risiko yang tak boleh diremehkan. Keselamatan nelayan menjadi perhatian serius jajaran Sat Polairud Polres Jembrana yang turun langsung menyambangi masyarakat pesisir di kawasan Pengambengan, Kecamatan Negara, Sabtu (12/9/2026).
Bukan hanya menjalankan patroli rutin, personel Sat Polairud memanfaatkan kehadirannya untuk berdialog langsung dengan nelayan di areal PPN Pengambengan. Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 08.30 hingga 09.20 Wita tersebut, petugas bertemu dengan Yunus bersama sejumlah rekannya yang baru selesai mengecek sampan miliknya.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi kepolisian untuk menyampaikan pesan keselamatan sekaligus menyerap informasi mengenai situasi yang berkembang di kawasan pesisir.
Kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat nelayan merupakan bagian dari langkah preventif untuk mempersempit ruang terjadinya gangguan keamanan dan menjaga kondusivitas wilayah pesisir serta perairan hukum Polres Jembrana.
Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta, S.Sos., menegaskan bahwa patroli dialogis bukan sekadar kegiatan rutin kepolisian. Lebih dari itu, patroli menjadi sarana membangun komunikasi dan mendeteksi berbagai potensi persoalan sejak dini.
“Patroli dialogis tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sarana bagi personel untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat, khususnya para nelayan yang sehari-hari beraktivitas di wilayah pesisir,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, personel memberikan penekanan khusus mengenai keselamatan ketika melaut. Para nelayan diminta tidak mengabaikan perkembangan cuaca dan kondisi laut, terutama saat muncul angin kencang, hujan deras maupun gelombang tinggi.
Pesan tersebut menjadi penting karena keselamatan di laut tidak hanya bergantung pada keberanian, tetapi juga kesiapan, kewaspadaan dan kemampuan membaca situasi.
“Keselamatan saat melaut harus menjadi perhatian utama. Kami mengimbau nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan tidak memaksakan diri apabila situasi di laut tidak memungkinkan,” tegas AKP I Putu Suparta.
Tak berhenti pada keselamatan, polisi juga mengajak masyarakat pesisir menjadi bagian dari mata dan telinga kamtibmas. Nelayan diminta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum serta segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas maupun situasi yang mencurigakan.
“Di sisi lain, mari bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan,” lanjutnya.
Langkah tersebut menunjukkan pola pendekatan kepolisian yang tidak hanya mengandalkan tindakan ketika gangguan sudah terjadi. Sebaliknya, Sat Polairud berupaya hadir lebih awal, membangun komunikasi dan membaca potensi kerawanan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
AKP I Putu Suparta menambahkan, patroli dialogis tersebut merupakan bagian dari konsistensi Sat Polairud Polres Jembrana dalam menjalankan semangat Polri PRESISI melalui pendekatan prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan.
Dengan pola tersebut, polisi berupaya memastikan keamanan kawasan pesisir tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Sat Polairud Polres Jembrana pun mengingatkan masyarakat pesisir agar tidak ragu meminta bantuan apabila menghadapi persoalan maupun menemukan potensi gangguan keamanan.
Untuk kebutuhan pelayanan dan laporan kepolisian, masyarakat dapat mendatangi Mako Sat Polairud Polres Jembrana atau menghubungi Call Center Polri 110.
Patroli di Pengambengan akhirnya bukan sekadar kehadiran seragam di tepian laut. Di baliknya terdapat pesan tegas: keselamatan harus diutamakan, kewaspadaan tidak boleh ditinggalkan, dan keamanan pesisir harus dijaga bersama.
(Echa)
