RADAR BLAMBANGAN.COM, | Banyuwangi — Aktivis masyarakat Azmi Rofiq menyatakan akan melaporkan secara resmi serta menggugat pihak-pihak terkait yang diduga menjadi biang terjadinya konflik di lapangan, menyusul pembiaran pelanggaran tata ruang di Kabupaten Banyuwangi.
Azmi menegaskan, satuan kerja dan instansi terkait yang tidak menjalankan amanah dinilai sebagai akar persoalan yang memicu keresahan dan konflik horizontal di tengah masyarakat.
Selain dugaan pembiaran, Azmi juga mengaku menerima ancaman serius usai menyuarakan kritik terhadap lemahnya penegakan aturan.
“Saya akan lapor dan gugat penyebab terjadinya konflik di lapangan. Biang permasalahan ini adalah satuan kerja terkait yang tidak amanah. Kritik yang kami sampaikan justru dibalas dengan ancaman,” tegas Azmi, Selasa (27/1/2026).
Ia menilai, aparat pemerintah, Satpol PP, serta dinas tata ruang memiliki tanggung jawab besar atas situasi yang berkembang, namun dinilai lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan.
Azmi mengungkapkan, ancaman tersebut disaksikan oleh sedikitnya enam orang, dan ia siap menyerahkan seluruh bukti serta saksi kepada aparat penegak hukum.
“Ini bukan hanya soal saya. Ini menyangkut keselamatan aktivis, media, dan warga yang berani melakukan kontrol sosial. Negara tidak boleh kalah oleh intimidasi,” ujarnya.
Ia mendesak kepolisian dan aparat penegak hukum untuk segera memproses laporan ancaman serta mengusut tuntas dugaan pelanggaran tata ruang yang menjadi sumber konflik.
Menurutnya, jika pembiaran terus terjadi, maka potensi konflik dan intimidasi terhadap masyarakat kritis akan semakin besar.
“Pejabat harus ingat, jabatan adalah amanah. Jika dikhianati, dampaknya bukan hanya hukum, tapi juga kepercayaan publik dan stabilitas sosial,” pungkasnya.***
