RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI, – Tak cukup hanya membangun, anggota Koramil 0825/20 Songgon bersama warga beradu lengan dengan lumpur dan material sisa konstruksi memastikan aliran Sungai Binau tak kembali mengancam kampung.
Sungai Binau kembali menjadi panggung kebersamaan antara prajurit dan rakyat. Pada Jumat pagi, 5 Juni 2026, tepat pukul 07.00 WIB, anggota Koramil 0825/20 Songgon menggelar karya bakti pembersihan sedimen Sungai Binau pasca rampungnya pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Dusun Krajan, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa tanggung jawab TNI tidak berhenti saat pita peresmian terpotong justru dimulai kembali dari situ.
Lima anggota Koramil 0825/20 Songgon terjun langsung ke medan kerja di bawah komando Bintara Pembina Bhakti TNI, Serma Boirin Ahmadi, didampingi Babinsa Desa Songgon, Serka Eko Purwanto. Mereka bahu-membahu dengan warga Dusun Krajan menyingkirkan timbunan sedimen yang mengancam kapasitas aliran sungai. Turut hadir dalam kegiatan, Kepala Desa Songgon M. Qoderi, S.H., beserta Kepala Dusun Krajan Nanang, yang kehadirannya menjadi penegasan dukungan pemerintah desa terhadap operasi bersih-bersih yang jarang mendapat sorotan kamera ini.
“Membangun jembatan itu satu pekerjaan besar. Tapi menjaga sungainya tetap lancar setelah itu, itu tanggung jawab yang tidak boleh kami tinggalkan. Kalau sedimen menumpuk dan air meluap, jembatan itu tidak akan ada artinya bagi warga.”
Kapten Kavaleri Andoko, Komandan Koramil 0825/20 Songgon, menegaskan bahwa karya bakti semacam ini merupakan bagian tak terpisahkan dari fungsi pembinaan teritorial. “Kami tidak hadir hanya di saat ada ancaman keamanan. Kami ada untuk memastikan kehidupan warga berjalan dengan baik setiap harinya.
Pembersihan sedimen ini bukan kegiatan kecil ini soal keselamatan ratusan jiwa yang tinggal di bantaran dan sekitar aliran Sungai Binau,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi antusiasme warga Dusun Krajan yang hadir dan bekerja tanpa diminta lebih dulu sebuah modal sosial yang ia sebut sebagai “kekuatan sesungguhnya dari Koramil.”
Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan tuntas sesuai target. Aliran Sungai Binau kini kembali bersih dari tumpukan material pasca konstruksi, meminimalkan risiko luapan yang selama ini kerap meresahkan warga.
Di balik lumpur dan peluh yang bercampur di tepian sungai pagi itu, tertanam pesan tegas: kehadiran TNI bukan sekadar atribut seragam, melainkan kerja nyata yang menapak langsung di tanah bersama rakyatnya.
~Kodim Banyuwangi semakin produktif,
#Produktif,
#Bhirawaanoraga.
