RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Ketua Umum PWFRN Counter Polri, Agus Flores, memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, atas suksesnya penyelenggaraan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki MPP Bayu Aji yang membawakan lakon “Pandawa Mbangun Praja” dalam rangka menyongsong Hari Bhayangkara ke-80. Pagelaran tersebut berhasil menyedot perhatian ribuan masyarakat yang memadati kawasan Taman Blambangan Banyuwangi.
Menurut Agus Flores, keberhasilan acara tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan Polresta Banyuwangi dalam menggelar kegiatan berskala besar, tetapi juga menjadi bukti nyata kedekatan Polri dengan masyarakat melalui pendekatan budaya yang sarat nilai moral dan kebangsaan.
“Luar biasa. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan beserta seluruh jajaran yang telah sukses menghadirkan pertunjukan budaya yang edukatif, merakyat, dan penuh makna. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga media untuk memperkuat persatuan dan kecintaan masyarakat terhadap budaya bangsa,” ujar Agus Flores.
Agus Flores menilai lakon Pandawa Mbangun Praja memiliki pesan yang sangat relevan dengan semangat pengabdian Polri. Kisah perjuangan para Pandawa dalam membangun negeri yang adil dan sejahtera dinilai sejalan dengan komitmen Polri untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi langkah Kapolresta Banyuwangi yang mampu mengemas peringatan Hari Bhayangkara dengan sentuhan budaya lokal sehingga mendapat sambutan hangat dari masyarakat lintas kalangan.
“Ini adalah bentuk kepemimpinan yang memahami pentingnya merawat budaya sekaligus membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” tambahnya.
Pagelaran wayang kulit tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen warga Banyuwangi dalam menjaga keamanan, persatuan, serta kelestarian budaya bangsa.(mh)
