RADAR BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (FRN), Agus Flores, angkat bicara terkait pergantian Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat yang ramai diperbincangkan publik. Ia menyebut, pergantian tersebut merupakan hal yang wajar dalam tubuh Polri, terutama berkaitan dengan faktor usia dan masa purna tugas.
Menurut Agus, pejabat lama meski berasal dari angkatan 1993, secara usia telah memasuki 57 tahun dan memiliki Nomor Registrasi Pokok (NRP) angkatan 1968, sehingga sudah mendekati masa pensiun.
“Ini murni bagian dari regenerasi. Di internal, bahkan beliau disebut ‘ketua kelas’ karena faktor senioritasnya,” ujar Agus, Sabtu (9/5/2026).
Agus juga menyampaikan apresiasinya terhadap sosok Irjen Pol Rudi Setiawan yang dinilainya sebagai figur baik dan menghargai profesi wartawan.
Sementara itu, terkait kabar penunjukan Irjen Pol “Bang Pipit” sebagai Kapolda Jawa Barat, Agus mengaku menerima ratusan pesan dari berbagai pihak yang menanyakan kebenaran informasi tersebut.
“Bukan seantero lagi, ratusan pesan WhatsApp masuk ke saya. Saya jawab saja, Alhamdulillah,” ungkapnya.
Meski demikian, Agus menegaskan bahwa dirinya tidak ingin dianggap terlalu dekat atau berpihak pada figur tertentu. Ia menyadari pentingnya menjaga keseimbangan dan netralitas, mengingat dinamika serta persaingan di internal institusi yang tidak sederhana.
“Tugas saya bukan hanya di Jawa Barat, tapi seluruh Indonesia. Saya juga tidak boleh terlihat fanatik pada satu sosok, karena bisa menimbulkan persepsi lain di kalangan yang berbeda,” jelasnya.
Ia juga menyinggung komunikasi dengan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, yang dalam beberapa kesempatan mengarahkan penanganan isu-isu tertentu kepada pejabat terkait di daerah.
“Kadang kalau saya sampaikan persoalan, jawabannya sudah diarahkan ke wilayah. Itu bagian dari mekanisme kerja,” tambahnya.
Agus berharap masyarakat dapat melihat perannya secara objektif dan tidak memaknainya secara sempit. Ia menekankan bahwa posisinya adalah menjaga komunikasi dan keseimbangan, bukan memperkuat kubu tertentu.
“Yang terpenting, bagaimana semua pihak tetap terayomi dan situasi tetap kondusif,” pungkasnya. (Mahalik)
