RADAR BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA, – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (FRN), Agus Flores, mengingatkan insan pers agar tetap menjaga profesionalisme dan tidak menjadikan media sebagai sarana provokasi di tengah dinamika pergantian pejabat kepolisian.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus menyusul pergantian sejumlah Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), yang sebagian besar memasuki masa menjelang pensiun dengan Nomor Registrasi Pokok (NRP) angkatan 1968.
“Media jangan sampai menjadi ajang provokatif. Kita harus tetap mengedepankan informasi yang sejuk dan berimbang,” tegas Agus, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, langkah pergantian terhadap sembilan Kapolda merupakan bagian dari mekanisme regenerasi di tubuh Polri, sekaligus upaya menjaga stabilitas organisasi menjelang masa purna tugas para perwira tinggi tersebut.
Agus juga menyinggung sosok Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, yang dinilainya memiliki kepemimpinan humanis dan mengedepankan perasaan anggota di lapangan.
“Kapolri kami berhati mulia, tidak ingin menyinggung perasaan orang. Bahkan beliau lebih memilih menanggung beban tersinggung, yang penting anak buahnya tidak merasa tersinggung,” ujarnya.
Terkait penunjukan pejabat di wilayah Sulawesi Tengah, Agus menyebut penempatan Brigjen Pol Nasri Sulaiman yang memiliki NRP 1968 bersifat sementara, dengan masa tugas sekitar tiga bulan hingga ditemukan figur yang tepat untuk memimpin daerah tersebut.
“Situasi di Sulteng saat ini ibarat ‘panas matahari’. Untuk mendinginkan suasana, diperlukan sosok yang tepat. Daeng Nasri diharapkan mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik,” imbuhnya.
Agus berharap seluruh pihak, khususnya media dan masyarakat, dapat mendukung langkah-langkah strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta tidak memperkeruh suasana dengan narasi yang berpotensi memicu konflik. (Mahalik)
#PresidenPrabowo #Kapolri #MerahPutih #Bhayangkara
