RADAR BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA, – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Counter Polri, R. Mas MH Agus Rugiarto Astrodiarjo atau yang akrab disapa Agus Flores, kembali melontarkan pernyataan tegas terkait hubungan kemitraan antara institusi kepolisian dan insan pers.
Dalam keterangannya, Agus Flores menegaskan bahwa seorang anggota polisi di daerah tidak boleh mengabaikan keberadaan wartawan, terlebih tidak membangun hubungan kemitraan yang baik dengan media.
“Kalau ada polisi di daerah tidak bermitra dengan wartawannya, sama halnya mencari lubang baru,” tegas Agus Flores.
Ia bahkan mengaku kerap menanyakan langsung kepada wartawan terkait pemberitaan miring terhadap oknum aparat. Menurutnya, sikap aparat terhadap media menjadi salah satu faktor penting dalam membangun citra institusi Polri di tengah masyarakat.
“Saya biasa tanya ke wartawan, kamu tulis miring berita itu karena sudah bermitra ya? Kalau belum, sikat saja, agar Kapolri tahu perilaku mereka,” ujarnya dengan nada tegas.
Agus Flores juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki rekam jejak panjang dalam menjalin komunikasi dan hubungan baik di lingkungan Humas Polri sejak era sejumlah pejabat tinggi kepolisian.
“Saya perlu polisi tahu rekam jejak saya di Humas Polri, dari zaman Komjen Iqbal, Komjen Agus Andrianto, hingga Komjen Dedi Prasetyo yang sekarang menjadi Wakapolri,” ungkapnya.
Menurut Agus, menghargai dirinya berarti juga menghargai seluruh anggota Fast Respon Counter Polri yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
“Menghargai saya berarti harus menghargai anggota saya dari Aceh sampai Papua,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa visi dan misinya bersama sejumlah jenderal kepolisian adalah untuk mendukung program-program Listyo Sigit Prabowo dalam membangun Polri yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat, termasuk melalui kemitraan bersama insan pers.
“Kalau tidak memahami visi misi saya bersama beberapa jenderal untuk mendukung program Kapolri Jenderal Listyo Sigit, jangan jadi anggota polisi saja,” tegas Agus Flores sambil mengaku merasa muak terhadap oknum-oknum yang tidak menghargai kemitraan dengan wartawan.(mahal)
