RADAR-BLAMBANGAN.COM, | MALANG – AKBP Muhammad Taat Resdi resmi meninggalkan jabatan sebagai Kapolres Malang. Selama kurang lebih enam bulan memimpin Polres Malang, sejumlah pengalaman menjadi catatan berkesan bagi perwira tersebut sebelum melanjutkan tugas di Mabes Polri.
Taat selanjutnya akan mengemban tugas di Sekpri Kapolri Spripim Polri. Sementara posisi Kapolres Malang kini diisi AKBP Rulian Syauri, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagbungkol Spripim Polri.
Menjelang meninggalkan Kabupaten Malang, Taat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat maupun seluruh pihak apabila selama menjalankan tugas sebagai Kapolres Malang terdapat perkataan, sikap, maupun tindakan yang kurang berkenan.
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, termasuk apabila ada tutur kata, perilaku yang tidak pas, tidak berkenan di hati rekan-rekan dan masyarakat,” ujar AKBP Taat, Rabu (29/7/2026).
Ia juga meminta doa restu kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malang agar dapat menjalankan amanah di tempat tugas yang baru dengan baik.
Selama enam bulan memimpin Polres Malang, Taat menyebut ada dua pengalaman yang paling berkesan baginya. Salah satunya adalah keterlibatan jajaran Polres Malang dalam pengamanan tiga kali kunjungan Presiden ke wilayah Kabupaten Malang.
“Selama enam bulan kita melaksanakan pengamanan kunjungan Bapak Presiden tiga kali. Itu menurut saya sangat berkesan dan saya merasa terhormat,” ungkapnya.
Selain pengamanan kunjungan Presiden, Taat juga menyebut pengamanan pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan sebagai pengalaman yang tidak terlupakan.
“Saya terlibat tujuh atau delapan kali pertandingan selama enam bulan ini dan itu sangat berkesan dan menjadi kebanggaan bagi saya bisa menjadi bagian dalam pengamanan pertandingan Arema di Stadion Kanjuruhan,” tuturnya.
Tak hanya pengamanan kegiatan besar, Taat juga menyoroti kinerja jajaran Polres Malang dalam pengungkapan sejumlah kasus selama masa kepemimpinannya. Salah satu pekerjaan rumah yang diberikan pada awal masa jabatannya adalah pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor.
“Di awal-awal itu kalau rekan-rekan ingat kurang lebih satu bulan atau satu setengah bulan pertama saya kasih PR untuk ungkap curanmor. Kemudian kita press release ada sekian puluh curanmor, ada dua yang bisa kita ungkap,” jelasnya.
Selain kasus curanmor, jajaran Polres Malang juga berhasil mengungkap kasus pembunuhan di wilayah Jabung dalam waktu relatif singkat.
Taat mengakui masih terdapat sejumlah hal yang belum sempurna selama dirinya memimpin Polres Malang. Namun, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran kepolisian yang telah bekerja bersama dalam menjaga keamanan dan mengungkap berbagai perkara.
“Kalau ada hal-hal yang belum sempurna, sekali lagi saya selaku Kapolres mengajukan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat,” katanya.
Menjelang pergantian kepemimpinan, Taat juga menyampaikan keyakinannya terhadap Kapolres Malang yang baru, AKBP Rulian Syauri. Menurutnya, pengalaman, kompetensi, dan latar belakang pendidikan yang dimiliki Rulian menjadi modal untuk melanjutkan tugas menjaga kondusivitas Kabupaten Malang.
“Saya percaya dengan kompetensi, dengan pengalaman, dengan latar belakang pendidikan Pak Rulian yang luar biasa, saya yakin beliau akan mampu mengemban amanah sebagai Kapolres Malang dengan sangat baik, dengan berhasil dalam memelihara kamtibmas di Kabupaten Malang ini agar senantiasa kondusif,” pungkas Taat.
(Fin/Her)
