RADAR BLAMBANGAN.COM, | BALI, – Dengan tradisi budaya dan semangat kepemudaan Bali, wilayah Provinsi Bali kembali ditunjuk untuk menjadi tuan rumah dalam pergelaran event skala internasional pertemuan para duta dan perwakilan negara-negara di Dunia.
Untuk forum tingkat tinggi kali ini mempertemukan para Menteri Pemuda dan Olahraga dari negara-negara anggota ASEAN (Asia Tenggara) yang bertajuk Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sport 2026 yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 Mei 2026 dan bertempat di The Meru Sanur Bali.
Berkaitan dengan hal tersebut, Polda Bali yang bertangung jawab pada sektor pengamanan dalam event Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sport 2026, menggelar operasi kepolisian dengan sandi Ops Gapura Agung-I 2026 yang ditindaklanjuti dengan melaksanakan apel kesiapan pengamanan yang dipimpin oleh Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Bali, Kombes. Pol. Musni Arifin, S.I.K., M.H., yang bertempat di Halaman Apel Polda Bali, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan apel kesiapan tersebut juga dihadiri oleh Dir Intelkam Polda Bali, Kombes. Pol. Andy Ervyn, S.I.K., M.H., Dir Lantas Polda Bali, Kombes. Pol. Turmudi, S.I.K., Dir Binmas Polda Bali, Kombes. Pol. Suwandi Prihantoro, S.I.K., Dir Samapta Polda Bali, Kombes. Pol. Ronny Lumban Gaol, S.I.K., Dansat Brimob Polda Bali, Kombes. Pol. Rachmat Hendrawan, S.I.K., M.M., dan seluruh pejabat operasi serta seluruh personel Polda Bali dan Polresta Denpasar yang terlibat.
Dir Pamobvit Polda Bali, yang juga Kepala Ops Gapura Agung-I 2026, Kombes. Pol. Musni Arifin, S.I.K., M.H., dalam arahanya menyampaikan bahwa kegiatan Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sport 2026 yang dilaksanakan nantinya akan dihadiri seluruh Menteri Pemuda dan Olah Raga negara-negara anggota ASEAN, untuk itu diharapakan seluruh personel yang melaksanakan pengamanan selalu berpedoman pada SOP pengamanan pada setiap event internasional berlaku.
_”Saya minta, seluruh personel memahami tugas dan cara bertindak dalam pengamanan ini, selalu menganggap tugas pengaman yang kita laksanakan ini sebagai hal yang baru, dan tidak underestimate pada hal-hal kecil dalam pengamanan ini. Sehingga kesiapsiagaan kita pada setiap pengamanan tetap terjaga,”_ ucapnya.
Untuk diketahui, dilaksanakannya pertemuan Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sport 2026 ini bertujuan untuk menyatukan langkah negara-negara ASEAN dalam menciptakan pemuda yang tangguh, meningkatkan daya saing olahraga ke level global, serta merumuskan kebijakan bersama.
Salah satu yang menjadi topik penting dalam forum ini adalah penanganan isu krusial seperti pengangguran pemuda, meningkatkan daya saing pemuda, dan mempromosikan kewirausahaan pemuda di kawasan ASEAN. Selain itu juga dibahas terkait dalam mempromosikan gaya hidup sehat, meningkatkan kerjasama dalam keolahragaan, serta meningkatkan kualitas pendidikan jasmani di sekolah.
(Echa)
