RADAR BLAMBANGAN.COM, | Birali memberikan perhatian serius terhadap penanganan longsor yang terjadi di kawasan Muaro Hemat, Kabupaten Kerinci. Bencana tersebut menyebabkan akses jalan utama lumpuh total selama lebih dari tujuh jam akibat tertutup material tanah dan bebatuan.
Akibat lumpuhnya jalur tersebut, aktivitas masyarakat dan kendaraan terganggu parah. Bahkan, empat unit ambulans yang hendak merujuk pasien serta membawa jenazah dari arah Jambi terpaksa pulang pergi karena tidak dapat melintas menuju tujuan. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan masyarakat karena menyangkut pelayanan kesehatan dan kemanusiaan.
Dalam keterangannya, Birali meminta pemerintah daerah dan instansi terkait bergerak cepat menangani titik longsor agar akses masyarakat segera kembali normal. Menurutnya, jalur Muaro Hemat merupakan akses vital penghubung antarwilayah sehingga penanganannya tidak boleh lambat.
“Jalur ini sangat penting bagi masyarakat. Ketika terjadi longsor hingga berjam-jam, dampaknya bukan hanya ekonomi, tetapi juga pelayanan kesehatan dan keselamatan warga,” ujar Birali.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan alat berat dan petugas siaga di titik rawan longsor, terutama saat intensitas hujan tinggi. Selain penanganan darurat, Birali mendorong adanya langkah permanen seperti pembangunan penahan tebing, normalisasi drainase, dan pemetaan wilayah rawan bencana.
Peristiwa longsor tersebut sempat menyebabkan antrean kendaraan mengular dari dua arah. Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat sistem tanggap darurat agar kejadian serupa tidak kembali menghambat aktivitas warga, terutama kendaraan ambulans dan layanan kemanusiaan lainnya. (Mahalik)
