RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Jagat pendidikan tingkat SMK di Banyuwangi dibuat bergetar. Guna mencetak generasi muda yang tangguh dan antipersaingan lembek, SMKS Muhammadiyah 3 Tegaldlimo mengambil langkah ekstrem dan progresif. Tepat pada Senin, 25 Mei 2026, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, Lapangan Desa Tegaldlimo berubah menjadi kawah candradimuka tempat ditempanya mental dan fisik puluhan siswa.
Hari ini merupakan Hari Ke-2 Kegiatan Pemantapan dan Penggemblengan Bimbingan Mental dan Fisik (Bimtalsik) yang diikuti oleh 92 siswa/siswi kelas XI. Tidak main-main, pihak sekolah menggandeng langsung jajaran TNI dari Anggota Koramil 0825/09 Tegaldlimo untuk “turun tangan” memimpin jalannya latihan keras ini.
Sinergi Total Pihak Sekolah dan Koramil 0825/09 Tegaldlimo, Kegiatan krusial ini dihadiri dan dipantau langsung oleh tokoh-tokoh kunci dari kedua instansi demi memastikan kedisiplinan tingkat tinggi, di antaranya Kepala Sekolah SMKS Muhammadiyah 3 Tegaldlimo Rahmi Nur Aini, M.Pd., Bamin Tuud Koramil 0825/09 Tegaldlimo Serka Susiyono, Babinsa Desa Purwoagung Serka Prayitno, serta Waka Kurikulum SMKS Muhammadiyah 3 Tegaldlimo M. Hadi Makrus, S.T.
Kepala Sekolah SMKS Muhammadiyah 3 Tegaldlimo, Rahmi Nur Aini, M.Pd., mengungkapkan rasa bangga dan harapan besarnya terhadap perubahan karakter para anak didiknya. “Dunia kerja modern tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga ketahanan mental yang tidak mudah patah.
Melalui Bimtalsik yang dipandu langsung oleh bapak-bapak TNI dari Koramil Tegaldlimo, kami ingin memastikan bahwa lulusan SMKS Muhammadiyah 3 Tegaldlimo adalah generasi unggul yang disiplin, tangguh, dan siap kerja di bawah tekanan apa pun,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Bamin Tuud Koramil 0825/09 Tegaldlimo, Serka Susiyono, yang memimpin langsung jalannya persiapan dan latihan menegaskan komitmen TNI dalam membentuk karakter berbangsa. “Kami dari jajaran TNI Koramil 0825/09 Tegaldlimo memberikan apresiasi tinggi kepada pihak sekolah atas inisiatif luar biasa ini.
Di lapangan ini, 92 siswa-siswi kelas XI tidak hanya dilatih secara fisik, melainkan digembleng rasa cinta tanah air, jiwa korsa, dan kepatuhan pada aturan. Ini adalah modal dasar mereka untuk menjadi pemimpin masa depan,” ujar Serka Susiyono.***
