RADAR-BLAMBANGAN.COM, | Songgon, Banyuwangi — Di tengah tantangan mahalnya harga pupuk kimia, jajaran Koramil 0825/20 Songgon kembali menunjukkan aksi nyata membina ketahanan pangan hingga ke pelosok desa. Pada Jum’at, 18 September 2026, pukul 09.00 WIB, bertempat di pekarangan rumah Bapak Mohamad Nur Ariman, Desa Sragi, Kecamatan Songgon, personel Koramil turun tangan langsung mempraktikkan pembuatan pupuk alternatif bersama warga binaan.
Bukan sekadar meninjau, prajurit TNI ini benar-benar turun ke lapangan, membaur dengan petani, meracik sendiri bahan-bahan pupuk demi mendorong kemandirian pertanian di Desa Sragi.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat gotong royong ini melibatkan pembuatan empat jenis pupuk sekaligus, yakni POC (Pupuk Organik Cair), Biodecomposer, Booster Plus, dan Agens Hayati. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, dilanjutkan proses persiapan dan pelaksanaan pembuatan pupuk alternatif secara bertahap dan teliti. Kehadiran Peltu Zainul Arifin selaku Batituud Koramil Songgon bersama Serka Eko Purwanto sebagai Babinsa Desa Sragi menjadi bukti bahwa pendampingan teritorial tidak berhenti pada urusan keamanan semata, melainkan menyentuh langsung persoalan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Menanggapi kegiatan ini, Komandan Koramil 0825/20 Songgon, Kapten Kav Andoko, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kreativitas anggotanya di lapangan. “Ini adalah wujud nyata Babinsa sebagai sahabat petani. Di saat pupuk kimia semakin mahal dan sulit dijangkau, anggota kami hadir memberikan solusi alternatif yang murah, ramah lingkungan, dan bisa diproduksi mandiri oleh warga. Inilah esensi Komsos, bukan hanya duduk berbincang, tapi berkeringat bersama rakyat,” tegas Kapten Kav Andoko dengan nada bangga.
Danramil Songgon turut berpesan agar program pembinaan semacam ini terus dikembangkan dan direplikasi ke desa-desa binaan lainnya. “Saya minta seluruh Babinsa jajaran Koramil Songgon menjadikan kegiatan ini sebagai contoh. Dekati petani, pelajari kebutuhan mereka, dan hadirkan solusi konkret.
Ketahanan pangan desa adalah bagian dari ketahanan nasional, dan TNI harus berada di garda terdepan,” pungkasnya. Kegiatan yang turut melibatkan partisipasi aktif Bapak Mohamad Nur Ariman selaku warga Desa Sragi ini akhirnya berjalan lancar dan aman hingga tuntas, meninggalkan jejak edukasi berharga bagi kemandirian pertanian masyarakat setempat.(mh)
