RADAR BLAMBANGAN.COM, | Madiun 28 Februari 2026 – Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang vital di kehidupan umat manusia. Sektor pertanian memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap pencapaian tujuan program Sustainable Development Goals (SDG’s) yang kedua yaitu tidak ada kelaparan, mencapai ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, serta mendorong budidaya pertanian yang berkelanjutan. Di Indonesia, peranan sektor pertanian juga tidak kalah pentingnya karena sektor ini merupakan penyumbang terbesar ketiga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang berperan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional (BPS, 2019). Saat ini,
Bantuan mesin combine harvester dari pemerintah meningkatkan efisiensi panen secara drastis, mengurangi waktu pengerjaan menjadi 3–4 jam/hektar. Mesin ini memotong, merontokkan, dan membersihkan gabah sekaligus, menekan kehilangan hasil (susut hasil) 3–5%, serta menghemat biaya operasional hingga sekitar Rp1,8 juta per hektar dibanding cara manual. Dalam hal ini Pemerintah pusat menggelontorkan Bantuan Alsintan Combine di Wilayah Kab.Madiun, yang salah satunya di Kelompok Tani Angudi Puguh, Desa Pilangkenceng, Kec. Pilangkenceng di Ketuai Kamirin,
Kelompok Tani tersebut mulai dari awal menerima bantuan Alsintan Combine tidak mengelola, dari awal mendapat bantuan langsung di kelola oleh Oknum perangkat Desa dengan jasa permusim. Rp. 1000.000,
Dalam pengakuan Kamirin selaku ketua poktan Angudipuguh sekretarisnya yang berinisial B adalah aparat desa aktif/Kaur desa. Anehnya, selaku sekretaris, ia juga disebut mengelola Combien bantuan pemerintah dari sejak bantuan baru tiba hingga sekarang.
Menurut penuturan Kamirin, kelompok hanya mendapat setoran kas dari pengelola 1 juta per musim atau 3 juta tiga musim dalam setahun. Jika dilihat dari kemampuan rata rata kinerja alsintan Combien MAXXI BIMO 102, maka nilai tersebut bagi pemilik bisa dianggap tidak sebanding, dan itu tidak terlalu membawa dampak kemajuan bagi kelompoknya, tapi diduga cenderung lebih menguntungkan bagi pribadi pengelolanya. Kalau dugaan itu benar, menurut Kamirin kelompok dirugikan.
semuanya 20 hektar. kalau rata rata upah combien per prapat Rp 350 ribu ya kali 100 prapat, karena satu hektar itu lima prapat”. Jelas Kamirin kepada tim wartawan yang mendatangi dirumahnya Kamis (25/2/2026)
“karena saya menggantikan ketua lama yang juga seorang kamituwo, jadi tahu saya itu dari ketua sebelum saya itu, jadi ya dari sejak baru atau buka bungkus”, Ungkap Kamirin
Menurut keterangan Kepala Desa Agus Supriyono saat di konfirmasi mengatakan,” kalau mengenai di Kelola oleh perangkat itu saya sudah tahu, akan tetapi untuk masuk Kas berapa² itu saya tidak tahu, karena waktu penerimaan bantuan saya tidak di undang”,ungkapnya,
” Kalau di kelompok menjadi sekretaris justru itu tidak tahu,karena perangkat tidak boleh merangkap jabatan,menjadi pengurus kelompok,mengenai itu di kelola dari awal kemungkinan ada tebusan ata semacamnya, jadi saya kurang paham”, imbuhnya,
Dari informasi yang beredar ada dugaan aliran Anggaran untuk bisa mengelola alat tersebut, dan ada yang di dugaKasun perangkat Desa Pilangkenceng,menghubungi awak media melalui Media Whatsaap, agar tidak masuk ke Desa Pilangkenceng untuk Konfirmasi Terkait TKD maupun terkait Bantuan Alsintan Combine Hasverter,Dalam keteranganya,” terkait TKD tidak ada masalah, dan terkait bantuan juga sudah sesuai prosedur”, bahkan sempat menantang awak media dan berbicara “kalau nanti masih berlanjut mau konfirmasi nanti akan berhadapan dengan saya langsung, dan kalau mau di laporkan juga silahkan” dengan nada bicara lantang( team)
