RADAR BLAMBANGAN.COM, | Lumajang – Departemen Pembina Wanita Wahidiyah Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan Mujahadah Rubu’ussanah dan Doa Bersama pada Sabtu (30/5/2026) atau bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang tersebut diikuti ribuan pengamal Sholawat Wahidiyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Selain menjadi agenda rutin, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat ukhuwah serta meningkatkan nilai-nilai spiritual di tengah kehidupan bermasyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si. ( Bunda Indah ), anggota dewan, jajaran Forkopimcam Kunir, Kepala Desa Kunir Kidul beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pengamal Sholawat Wahidiyah dari seluruh penjuru Kabupaten Lumajang.
Ketua Panitia Pelaksana, Leny Yulaita Rofiqoh, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang berjalan lancar dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Menurutnya, Mujahadah Rubu’ussanah merupakan agenda rutin yang tidak hanya bertujuan memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga mempererat silaturahmi antarjamaah dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, memperkuat persaudaraan, serta membawa keberkahan bagi Kabupaten Lumajang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Perjuangan Wahidiyah Kabupaten Lumajang, M. Imron, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, khususnya Departemen Pembina Wanita Wahidiyah Kabupaten Lumajang yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Kunir Kidul yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan acara.
“Kegiatan Mujahadah Rubu’ussanah ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali sebagai sarana memperkuat spiritualitas, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW,” ujarnya.
M. Imron, juga menegaskan bahwa ajaran Wahidiyah senantiasa mengedepankan nilai-nilai cinta kasih, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga kerukunan serta berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui sikap yang positif dan penuh kepedulian sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lumajang Indah Amperawati memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Perjuangan Wahidiyah yang dinilainya telah berkontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan pembinaan moral masyarakat.
Menurut Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu, keberadaan Wahidiyah selama ini telah membantu pemerintah dalam mencetak generasi yang berkarakter dan berakhlak.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang, saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Mujahadah Rubu’ussanah ini. Saya yakin doa-doa yang dipanjatkan malam hari ini dengan penuh keikhlasan akan diijabah oleh Allah SWT,” ujar Bunda Indah.
Bupati juga mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga dan mengembangkan perjuangan Wahidiyah yang telah dirintis oleh para pendahulu dengan penuh pengorbanan.
Ia mengungkapkan bahwa perkembangan Wahidiyah hingga saat ini merupakan hasil perjuangan panjang yang patut dijaga bersama oleh seluruh pengamal.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat terbantu dengan keberadaan lembaga-lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Perjuangan Wahidiyah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
“Pemerintah Kabupaten Lumajang sangat berterima kasih atas kontribusi Wahidiyah dalam dunia pendidikan. Bahkan bukan Wahidiyah yang meminta bantuan kepada pemerintah, tetapi pemerintah yang selama ini banyak dibantu oleh Yayasan Perjuangan Wahidiyah,” tegasnya.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena menjadi ruang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Lumajang yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Bunda Indah.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, dan semangat gotong royong di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan Sholawat Wahidiyah, mujahadah bersama, doa untuk keselamatan bangsa dan daerah, serta tausiyah keagamaan. Suasana khidmat tampak menyelimuti seluruh peserta yang mengikuti acara hingga selesai.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas serta mewujudkan Kabupaten Lumajang yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.
( uzi )
