RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Semarak peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 di Kabupaten Banyuwangi belum juga surut. Memasuki penghujung Agustus 2026, suasana Minggu pagi (30/8/2026) di kawasan Community & Food Day (CFD) Jalan A. Yani justru semakin meriah.
Ribuan warga yang memadati kawasan CFD disuguhi beragam kegiatan menarik. Mulai lomba lari 5K, kompetisi memasak, aneka permainan khas Agustusan, edukasi kesehatan, hingga pesta kuliner berbahan dasar udang yang dikemas dalam Banyuwangi Shrimp Fiesta.
Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan akhir pekan. Banyuwangi Shrimp Fiesta menjadi panggung untuk memperkenalkan sekaligus mengangkat potensi komoditas udang daerah, dengan melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, warung rakyat, hingga para chef dari sejumlah hotel dan restoran.
Suasana semakin heboh ketika sebanyak 250 peserta mengikuti lomba lari 5K. Para peserta yang terdiri dari pelajar dan masyarakat umum diberangkatkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Mereka berlari mengelilingi kawasan perkotaan Banyuwangi dengan jarak sekitar lima kilometer, dengan titik start dan finis berada di depan Kantor Pemkab Banyuwangi yang menjadi bagian dari kawasan CFD.
Namun, daya tarik terbesar pagi itu juga datang dari deretan booth kuliner Shrimp Fiesta.
Sebanyak 28 warung rakyat dan pelaku UMKM turut ambil bagian dalam kompetisi memasak. Para peserta berlomba menyulap udang menjadi berbagai sajian yang menggugah selera.
Tak mau kalah, para chef dari sejumlah hotel dan restoran di Banyuwangi ikut menunjukkan kreativitas mereka.
Hotel Kokoon misalnya, menghadirkan lumpia udang dan udang telur asin. Hotel Aston menyajikan udang saus padang, sementara Hotel Grand Harvest membawa wonton udang serta udang saus padang.
Yang membuat warga semakin antusias, berbagai hidangan tersebut dibagikan secara gratis kepada pengunjung CFD.
Warga pun tampak menyerbu booth kuliner untuk mencicipi sajian udang kreasi para chef.
“Baru ini makan rica-rica udang. Enak, bisa jadi inspirasi masakan di rumah,” ujar Ina, salah seorang pengunjung CFD yang menikmati menu udang dari restoran Srengenge Wetan.
Tak berhenti pada urusan rasa, Shrimp Fiesta juga menjadi ruang edukasi kuliner. Para chef memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya makanan sehat, higienis, memenuhi standar gizi, sekaligus memiliki tampilan yang menarik.
Chef Hotel Kokoon menyebut terdapat sejumlah unsur penting yang harus diperhatikan dalam menyajikan makanan.
“Syarat masakan itu ada empat: higienis, warna dan plating-nya menarik, serta rasa enak,” katanya.
Di sisi lain, kemeriahan CFD juga dipanaskan dengan berbagai lomba khas Agustusan. Mulai balap karung, Peraturan Baris-Berbaris (PBB) beregu, jepit balon, gelas piramida dan berbagai permainan lainnya.
Menariknya, sejumlah lomba juga melibatkan aparatur sipil negara (ASN) Banyuwangi sehingga suasana semakin cair dan penuh kegembiraan.
Bukan hanya warga dan peserta lomba yang mendapatkan keuntungan dari semarak CFD. Para pedagang di kawasan tersebut juga ikut merasakan dampak positif dari banyaknya event yang digelar setiap akhir pekan.
Fina, salah seorang penjual healthy juice, mengaku omzet dagangannya meningkat tajam setiap kali kawasan CFD diramaikan kegiatan.
“Jus Sehat saya setiap ada event terjual lebih dari dua kali lipat. Event ini membawa berkah untuk pedagang seperti kami,” ungkapnya.
Semarak CFD A Yani pun menjadi gambaran bagaimana ruang publik dapat dikemas menjadi pusat aktivitas masyarakat, hiburan, promosi potensi daerah sekaligus penggerak ekonomi rakyat.
Di penghujung Agustus ini, Banyuwangi seolah menutup rangkaian semarak kemerdekaan dengan cara yang berbeda: berlari bersama, memasak bersama, mencicipi kuliner bersama, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Dan pagi itu, satu pesan terasa kuat dari tengah keramaian CFD A Yani: udang bukan sekadar hidangan di meja makan, tetapi juga potensi ekonomi Banyuwangi yang layak terus dikembangkan dan dipromosikan.(silvi)
