RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, M.Sc., menegaskan bahwa kejuaraan tinju yang digelar pihaknya bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari upaya membangun karakter, ketangguhan, dan semangat juang generasi muda.
Hal itu disampaikan Danlanal dalam konferensi pers terkait rangkaian kegiatan yang akan berlangsung pada 4, 5, dan 6, dengan puncak acara berupa pertandingan tinju profesional yang mempertandingkan enam partai dan memperebutkan satu sabuk emas bergengsi.
“Total ada 158 petinju yang terlibat. Sebanyak 146 merupakan petinju amatir dan 12 petinju profesional yang berasal dari berbagai sasana tinju di Jawa dan Bali,” ujar Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso. Rabu, (11/02/2026).
Menurutnya, pemilihan cabang olahraga tinju bukan tanpa alasan. Tinju dinilai sebagai olahraga yang sarat dengan nilai kedisiplinan, keberanian, sportivitas, dan daya juang tinggi nilai-nilai yang juga menjadi roh perjuangan prajurit TNI Angkatan Laut.
Ia menyinggung sejarah perjuangan TNI AL dalam mempertahankan kedaulatan bangsa, termasuk semangat pertempuran melawan kekuatan kolonial di masa lalu. Semangat itulah yang terus diperingati setiap tanggal 15 Januari dalam momentum Hari Dharma Samudera.
“Semangat pertempuran, ketangguhan, dan jiwa pantang menyerah itu yang ingin kami tularkan kepada generasi muda. Tinju adalah salah satu media untuk membentuk mental yang kuat dan karakter ksatria,” tegasnya.
Lebih lanjut, Danlanal Banyuwangi menjelaskan bahwa kejuaraan ini juga menjadi bagian dari proses penjaringan bibit-bibit atlet potensial. Melalui kompetisi yang terstruktur dan melibatkan berbagai sasana, diharapkan muncul petinju-petinju muda berbakat yang dapat dibina secara berkelanjutan hingga ke level profesional bahkan internasional.
“TNI AL melihat olahraga sebagai investasi jangka panjang untuk bangsa. Dari sini kita bisa menemukan bibit-bibit baru yang nantinya dikembangkan lebih serius, baik di tingkat amatir maupun profesional,” jelasnya.
Terkait mekanisme penjaringan, pihaknya akan bekerja sama dengan pelatih dan pengurus sasana untuk melakukan pemantauan langsung terhadap performa atlet selama pertandingan. Penilaian dilakukan berdasarkan teknik, stamina, mental bertanding, serta sportivitas.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan menjadi agenda berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusi nyata TNI AL dalam pembinaan generasi muda, khususnya di bidang olahraga.
“Harapan kami, dari Banyuwangi lahir atlet-atlet tinju yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa. Ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi tentang membangun karakter dan masa depan,” pungkasnya.***
