RADAR BLAMBANGAN.COM, | MALANG – Pengusaha Kripik Lumba Lumba Kanjeng Pangeran Aryo Adipati Haji Sucipto bersama forkopimcam kec turen menerima kunjungan Delegasi dari Timor Leste di Desa Talok Kec.Turen Kab.Malang, Selasa (14/04/2026).
Dalam kunjungannya di Malang pemerintah Timor Leste menunjukkan ketertarikan besar untuk menjalin kerja sama ekonomi dengan pengusaha makanan ringan yang ada di Kabupaten Malang. Fokus utama kerja sama di sektor industri, dengan skema awal melakukan impor produk dari Malang, Sebelum nantinya membangun industri mandiri di negara tersebut.
Sementara itu Kanjeng Pangeran Aryo Adipati Haji Sucipto Menjelaskan pertemuan yang membahas potensi kerja sama tersebut. Menurut Sucipto, saat ini pemerintah Timor Leste menginginkan skema Kemitraan, Langkah awal yang akan dilakukan adalah mengimpor hasil produksi dari industri yang sudah ada di Malang.
“Programnya ini kemitraan. Jadi keinginan dari Timor Leste itu, sebelum mereka membangun industri sendiri seperti di Malang, mereka akan impor dulu produksi dari sini. Nanti ke depannya, ada rencana pemerintah mereka untuk membangun pabrik sendiri di sana,” jelas Sucipto.
Lebih lanjut Ia menambahkan Potensi ini dinilai sangat menjanjikan karena sumber daya alam atau bahan baku di Timor Leste dinilai sangat melimpah dan berkualitas baik.”Bahan-bahannya bagus, bahannya banyak di sana. Hanya saja memang belum bisa dikelola maksimal. Nah, ini jadi peluang besar buat kita. Urusannya juga enak, yang penting sama-sama untung, “tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir sejumlah pengusaha besar, termasuk perwakilan dari industri rokok H.Suleman. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri pengolahan tembakau juga masuk dalam radar kerja sama.
Dikonfirmasi mengenai adanya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Sucipto menyebutkan pembicaraan sudah sangat serius mengingat anggaran yang disiapkan pemerintah Timor Leste cukup besar.
“Kalau dana dari pemerintah Timor Leste itu kan banyak. Jadi saya pribadi juga minat kalau diajak kerjasama buka produksi di sana. Peluangnya sangat besar karena di sana belum ada yang menolak atau mengelola maksimal,” ujarnya antusias.
Sebagai tindak lanjut, rencananya dalam waktu dekat pihak dari Malang akan melakukan kunjungan peninjauan langsung ke Timor Leste.
“Insya Allah bulan Juni nanti, kami yang di sini termasuk dari Jabung, saya, dan H.Suleman diundang ke sana untuk melihat langsung kondisi lapangan dan melihat apa yang cocok untuk dikembangkan,” ungkapnya.
Pertemuan yang membahas potensi kerja sama ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, antara lain, Perwakilan Tinggi Pemerintah Timor Leste (Perdana Menteri & Profesor Pangan).
Kapolsek dan Danramil setempat, Kepala Dinas Koperasi, Ketahanan Pangan, Perikanan, Peternakan, serta Camat setempat.Tokoh Masyarakat dan Pengusaha Lokal. (Fin/Her)
