RADAR BLAMBANGAN.COM, | JEMBRANA, BALI, – Aktivitas di Dermaga II atau MB II Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, resmi dihentikan sementara mulai Jumat, 21 Agustus 2026. Penutupan ini bukan sekadar penghentian operasional, melainkan bagian dari langkah besar ASDP meningkatkan kapasitas dermaga untuk memperkuat kelancaran arus kendaraan lintas Bali–Jawa.
Proyek peningkatan kapasitas tersebut ditargetkan rampung sebelum memasuki periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), saat mobilitas masyarakat diperkirakan kembali melonjak.
Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, mengatakan penutupan dilakukan demi menjamin keselamatan pengguna jasa sekaligus pekerja selama proses pembangunan berlangsung. Tahap awal pekerjaan dimulai dengan pembongkaran struktur eksisting Dermaga II Gilimanuk.
Yang menjadi perhatian utama, kapasitas dermaga akan dinaikkan secara signifikan, dari sebelumnya hanya mampu menahan 20 ton menjadi 50 ton.
“Peningkatan kapasitas dermaga dari semula 20 ton jadi 50 ton agar bisa muat-bongkar truk-truk besar yang awalnya hanya masuk dermaga LCM,” ujar Bintang saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).
Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu mengubah pola distribusi kendaraan angkutan berat yang selama ini lebih banyak mengandalkan dermaga LCM. Dengan kapasitas baru, proses bongkar-muat truk besar diharapkan dapat berlangsung lebih fleksibel dan efisien.
ASDP pun tidak ingin penutupan MB II justru menjadi titik baru persoalan lalu lintas. Karena itu, pola operasi dan penjadwalan kapal lintasan Ketapang–Gilimanuk telah dipersiapkan sebelum dermaga ditutup.
Skema khusus juga disiapkan untuk mengantisipasi dampak terhadap pergerakan kendaraan di kawasan pelabuhan. Distribusi aktivitas bongkar-muat akan dimaksimalkan melalui dermaga lain dengan pola operasi yang telah disesuaikan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi ASDP menjaga arus kendaraan tetap bergerak sekaligus menekan potensi antrean panjang dan penumpukan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk selama proyek berlangsung.
Bintang menegaskan, selama proses pengembangan MB II berjalan, ASDP akan mengoptimalkan seluruh fasilitas yang masih beroperasi agar pelayanan penyeberangan tetap berjalan.
“Selama proses pengembangan dermaga MB II, bongkar muat dimaksimalkan distribusinya ke MB lain dengan pola operasional khusus,” ujar Bintang.
ASDP menargetkan pekerjaan tersebut selesai sesuai jadwal sehingga Dermaga II Gilimanuk sudah kembali beroperasi saat periode Nataru.
“Mohon doa restu agar sesuai target pas Nataru sudah kembali dioperasikan untuk kelancaran mobilisasi Bali-Jawa,” pungkasnya.
Dengan kapasitas baru 50 ton, Dermaga II Gilimanuk diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas penunjang, tetapi juga salah satu titik penting dalam memperkuat konektivitas logistik dan mobilitas kendaraan antara Pulau Bali dan Jawa, terutama ketika lonjakan arus penyeberangan kembali terjadi pada akhir tahun.(cinta)
