RADAR-BLAMBANGAN.COM, | JOMBANG – Komitmen Lapas Jombang dalam menjaga kondusivitas lingkungan hunian bukan sekadar slogan. Sebagai langkah konkret mendeteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban, jajaran pengamanan Lapas Jombang bergerak lincah mengintensifkan kontrol keliling atau yang akrab disebut “Troling” secara berkala dan acak.
Langkah preventif ini menyasar setiap sudut area vital Lapas. Petugas menyisir mulai dari kekuatan fisik bangunan—seperti jeruji besi, dinding pembatas, dan gembok kamar hunian—hingga memeriksa kelayakan instalasi listrik guna mengantisipasi risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran.
Rino Soleh Sumitro selaku Kalapas Kelas IIB Jombang menegaskan bahwa deteksi dini adalah fondasi utama dalam menciptakan Lapas yang aman dan produktif. Menurutnya, respons cepat terhadap kejanggalan sekecil apa pun di lapangan dapat mencegah masalah yang lebih besar.
“Kami menerapkan sistem Deteksi Dini. Troling ini sengaja dilakukan pada waktu-waktu tak terduga, terutama di jam rawan, agar petugas selalu siap siaga dan memastikan tidak ada celah sekecil apa pun bagi gangguan kamtib,” ujar Kalapas Jombang.
Menariknya, aksi troling ini tidak hanya fokus pada aspek keamanan fisik. Petugas yang berjaga juga melakukan pendekatan humanis melalui dialog santai dengan para warga binaan. Pendekatan persuasif ini efektif untuk memantau kondisi psikologis mereka sekaligus menyerap aspirasi langsung terkait layanan di dalam Lapas.
Berkat konsistensi ini, suasana di dalam blok hunian Lapas Jombang terpantau aman, harmonis, dan kondusif. Lapas Jombang berkomitmen untuk terus mempertahankan ritme pengawasan ini demi memastikan proses pembinaan warga binaan berjalan optimal tanpa hambatan keamanan. (Mahmudah)
