RADAR BLAMBANGAN.COM, | Raja Ampat, – Gelombang protes dan keprihatinan mendalam datang dari masyarakat serta jemaat di Kabupaten Raja Ampat. Kamis (10/4/2026). Proyek rehabilitasi Gedung Gereja Alfa Omega yang berlokasi di Waisai diduga kuat menjadi ladang penyimpangan anggaran setelah ditemukan dalam kondisi mangkrak dan terbengkalai, meski anggaran dikabarkan telah terserap sepenuhnya.
Berdasarkan laporan aspirasi yang disampaikan masyarakat, proyek yang didanai melalui APBD tersebut menelan anggaran fantastis sebesar Rp 2,3 Miliar. Namun, fakta di lapangan menunjukkan kontradiksi yang menyakitkan: progres fisik bangunan jauh dari kata rampung, sementara status administrasi dan pencairan dana disebut-sebut telah mencapai 100 persen.
Fakta-Fakta yang Menjadi Sorotan:
* Total Anggaran: Rp 2,3 Miliar bersumber dari APBD.
* Kejanggalan Administrasi: Dokumen perencanaan dan pengawasan dinyatakan selesai, namun realisasi fisik di lapangan sangat minim.
* Kondisi Lapangan: Pekerjaan yang dimulai sejak Agustus 2025 kini terhenti total tanpa ada aktivitas pekerja di lokasi.
“Ke mana uang rakyat itu sebenarnya mengalir?” ujar salah satu perwakilan warga yang merasa geram. Menurutnya, masalah ini bukan sekadar soal keterlambatan pembangunan, melainkan bentuk pelecehan terhadap nilai kehormatan rumah ibadah dan pengkhianatan terhadap amanah uang rakyat.
Tuntutan kepada Pihak Berwajib
Melalui surat aspirasi terbuka, masyarakat secara resmi meminta kepada Bareskrim Mabes Polri untuk segera mengambil langkah konkret, di antaranya:
* Penyelidikan Menyeluruh: Mengusut tuntas aliran dana dan pelaksanaan proyek yang diduga tidak transparan.
* Pemeriksaan Pihak Terkait: Memanggil seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, hingga pejabat dinas terkait.
* Tindakan Hukum Tegas: Menjatuhkan sanksi hukum yang berat jika terbukti adanya indikasi korupsi, mark-up anggaran, atau penyalahgunaan wewenang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait mengenai mandeknya proyek tersebut. Masyarakat Raja Ampat menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan ditegakkan di Bumi Papua Barat Daya.
“Jangan biarkan uang rakyat hilang begitu saja. Kami butuh bukti fisik, bukan sekadar laporan di atas kertas,” tutup pernyataan tersebut.
#ProyekMangkrak #RajaAmpat #Waisai #GerejaAlfaOmega #KeadilanUntukPapua #StopKorupsi
