RADAR BLAMBANGAN.COM, | Banyuwangi. – Populasi kendaraan listrik (EV) roda dua maupun roda empat di Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Namun, pertumbuhan ini dinilai belum diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang memadai di lokasi-lokasi strategis.09/04/2026
Keberadaan SPKLU di fasilitas publik dipandang sebagai instrumen vital dalam menyukseskan program efisiensi energi yang digagas oleh pemerintah pusat hingga daerah. Transformasi menuju energi terbarukan merupakan solusi konkret, namun keberhasilannya juga bergantung pada kemudahan akses pengisian daya bagi masyarakat.
“Penggunaan energi terbarukan adalah langkah solutif. Namun, hal ini harus dibarengi dengan penyediaan fasilitas pengisian daya ulang di area publik yang lebih luas agar masyarakat merasa nyaman beralih ke kendaraan listrik,” ujar salah satu pengguna kendaraan listrik di Banyuwangi.
Selain mendukung sisi ekologis, penempatan titik pengisian daya di lokasi strategis seperti Pasar Banyuwangi, pusat perbelanjaan modern dan tradisional, serta jaringan toko modern diyakini akan memberikan dampak domino pada ekonomi lokal.
Ada korelasi positif antara durasi pengisian daya dengan geliat ekonomi di sekitar titik SPKLU:
Waktu Tunggu Produktif: Pengguna kendaraan listrik cenderung menghabiskan waktu di area sekitar saat menunggu baterai terisi.
Pemberdayaan UMKM: Kehadiran SPKLU di area perbelanjaan akan membuat usaha mikro seperti kafe, warung, dan gerai UMKM lebih hidup karena menjadi tempat persinggahan para pengguna EV.
”Kami berharap pemerintah dan pihak swasta mulai menyediakan lokasi pengisian daya di area perbelanjaan. Ketika ada SPKLU, ekosistem di sekitarnya seperti kafe atau warung akan lebih hidup karena menjadi akses tunggu bagi kami,” tambah salah satu pengguna EV tersebut.
Reporter : Rio
