RADAR-BLAMBANGAN.COM, | MALANG RAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan bangsa tidak semata-mata diukur dari megahnya infrastruktur atau banyaknya proyek fisik yang dibangun. Menurutnya, fondasi sesungguhnya sebuah negara yang maju terletak pada kualitas keluarga sebagai pilar utama pembentukan generasi penerus.
Pernyataan tersebut disampaikan Emil saat menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Kabupaten Malang, Rabu (29/7). Ia menekankan bahwa keluarga merupakan investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depan Indonesia.
“Jalan, jembatan, dan gedung sekolah memang penting, tetapi semua itu tidak akan berarti jika keluarga gagal melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” tegas Emil.
Ia mengingatkan bahwa fenomena fatherless atau minimnya peran ayah dalam pengasuhan anak menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi. Pengasuhan, menurutnya, bukan hanya tanggung jawab seorang ibu, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif kedua orang tua.
Emil juga mengajak setiap pasangan untuk memiliki kesiapan matang sebelum membangun keluarga. Konsep keluarga berencana, lanjutnya, kini tidak lagi sekadar berkaitan dengan pengendalian kelahiran, tetapi juga kesiapan mental, emosional, dan kemampuan memberikan pola asuh yang berkualitas.
Ia menilai komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai ancaman sosial, mulai dari perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, hingga pengaruh negatif lingkungan maupun dunia digital.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, menegaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga terus dilakukan melalui Program Bangga Kencana, mulai dari masa pranikah, kehamilan, persalinan, tumbuh kembang anak, hingga pendampingan bagi lanjut usia.
Di sisi lain, M. Sanusi memastikan Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen memperkuat kualitas keluarga melalui berbagai program strategis, seperti peningkatan layanan kesehatan, pemenuhan gizi masyarakat, serta pemerataan pendidikan dasar.
Peringatan Harganas tahun ini menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa kekuatan Indonesia di masa depan tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui keluarga yang harmonis, tangguh, dan berkualitas sebagai pondasi utama menuju Indonesia yang lebih maju.***
