RADAR-BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA – Ada kisah cinta yang tumbuh bukan sekadar dari kebersamaan, tetapi juga dari doa yang dipanjatkan di tempat-tempat suci. Begitulah kisah rumah tangga Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN), Agus Flores, bersama sang istri, Fitri Manoppo Datu (Datau).
Percakapan sederhana pasangan suami istri di Jakarta itu justru membuka sisi lain kehidupan Agus Flores yang jarang tersorot. Sang istri meminta dibuatkan syair untuk dirinya.
Agus pun menjawab dengan kalimat singkat namun sarat perasaan.
“Entah mengapa cintaku masih membara…”
Percakapan kemudian berlanjut pada pengalaman Agus ketika berkunjung ke Tanah Suci. Fitri bertanya mengapa sang suami ketika berada di Makkah kerap berusaha mencium Hajar Aswad di sisi Ka’bah.
Agus menjawab bahwa keinginannya tersebut tidak terlepas dari doa yang pernah ia panjatkan ketika berada di Madinah.
Menurut penuturannya, ketika berada di dekat makam Rasulullah SAW, ia sering memanjatkan doa agar suatu saat dapat mencium Hajar Aswad.
Bagi Agus, pengalaman tersebut bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi menjadi bagian dari doa yang ia yakini terus menyertai perjalanan hidupnya.
Namun percakapan keduanya menjadi semakin romantis ketika Fitri mengutarakan keinginannya.
“Saya ingin mencium Hajar Aswad,” ujar Fitri.
Agus kemudian menjawab dengan kalimat penuh kasih:
“Nanti saya gendong kamu ke depan Hajar Aswad.”
Kalimat sederhana itu menggambarkan sisi lain rumah tangga Agus Flores—jauh dari sorotan aktivitas organisasi, advokasi, maupun dunia media. Di balik sosok yang dikenal tegas, ternyata terdapat kisah romantis antara suami dan istri yang dibangun melalui doa, perjalanan spiritual, dan kebersamaan.
Cinta Dua Latar Budaya
Fitri Manoppo Datu (Datau) disebut berasal dari keluarga Manoppo dan merupakan putri pertama dari almarhum Kisman Datau dan Hj. Hidjrah Manoppo, yang dalam keterangan keluarga disebut pernah menjadi pejabat pada Bandara Djalaluddin Gorontalo.
Fitri juga disebut sebagai cucu dari Datu Cornelis Manoppo, tokoh Kerajaan Bolaang Mongondow yang wafat pada 1927.
Dalam sejarah keluarga yang dituturkan, Datu Cornelis Manoppo berada pada masa transisi pemerintahan tradisional menuju era modern di bawah kolonial Hindia Belanda. Setelah wafatnya pada 1927, terjadi dinamika mengenai suksesi kepemimpinan.
Nama Abraham Patra Mokoginta, yang disebut sebagai menantu Datu Cornelis Manoppo sekaligus tokoh intelektual dan jogugu, turut muncul dalam kisah sejarah keluarga tersebut. Ia pernah disebut memiliki peluang dalam dinamika suksesi, sebelum kemudian menghadapi persoalan politik pada masa pemerintahan kolonial.
Jejak keluarga Manoppo, Mokoginta, Maksum dan sejumlah keluarga lainnya hingga kini masih menjadi bagian dari ikatan kekerabatan yang berkembang di Gorontalo dan sekitarnya.
Dari Besuki dan Bolaang Mongondow, Lahir Tiga Anak
Pernikahan Agus Flores dan Fitri Datau kemudian melahirkan tiga orang anak.
Mereka adalah:
*Raden Wahyu Sastro Hadininggrat, yang dikenal dengan nama Wahyu Ninggrat.
*Raden Moh. Ali Wardana, yang dikenal dengan nama Wisnu Wardana.
*Raden Ayu Jeng Situnursyabilah, yang dikenal dengan nama Jeng Bila.
Nama-nama tersebut, menurut keterangan keluarga, bersumber dari garis keluarga ayah Agus Flores, yakni Raden Kusnandar Astrodiarjo.
Pertemuan dua latar keluarga tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan panjang keluarga Agus Flores dan Fitri Datau mempertemukan garis keturunan yang mereka kaitkan dengan Besuki dan Bolaang Mongondow dalam satu keluarga.
Kini, di tengah kesibukan Agus Flores sebagai pengacara, tokoh organisasi dan Ketua Umum Fast Respon Nusantara, kisah rumah tangganya justru menghadirkan cerita yang berbeda.
Bukan tentang jabatan.
Bukan tentang organisasi.
Bukan pula tentang polemik.
Melainkan tentang doa seorang suami di Madinah, harapan seorang istri di depan Ka’bah, dan cinta yang menurut Agus masih terus membara.
Sebuah kisah sederhana yang memperlihatkan bahwa di balik sosok yang dikenal publik, ada seorang suami yang masih menyimpan doa dan janji untuk istrinya bahkan hingga di hadapan Hajar Aswad.
Sumber nama dari Ayahnya AF yakni Raden Kusnandar Astrodiarjo….
