RADAR-BLAMBANGAN.COM, | KOTA MALANG — Peta kekuatan penegakan hukum di jajaran Polresta Malang Kota kembali bergerak. Tongkat komando Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) resmi berpindah tangan. Kompol Septiawan Adi Prihartono kini mengemban amanah sebagai Kasatreskrim Polresta Malang Kota, menggantikan Kompol Rahmad Aji Prabowo yang mendapat penugasan baru sebagai Kortaspidkor Mabes Polri.
Pergantian pucuk pimpinan Satreskrim tersebut ditandai dengan prosesi serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin langsung Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS, di Lapangan Apel Polresta Malang Kota, Kamis (10/9/2026).
Momentum itu bukan sekadar pergantian jabatan. Di balik perpindahan tongkat komando tersebut, tersimpan tuntutan besar untuk menjaga ritme penegakan hukum sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Penyegaran diperlukan agar roda organisasi tetap bergerak efektif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang.
“Serah terima jabatan ini merupakan bagian dari penyegaran dan pembinaan organisasi untuk menjamin kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Danang.
Posisi Kasatreskrim bukan kursi biasa. Jabatan ini berada di garis depan dalam penanganan perkara pidana dan menjadi salah satu ujung tombak Polresta Malang Kota dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
Karena itu, Danang memberikan apresiasi kepada Kompol Rahmad Aji Prabowo atas dedikasi serta kinerja yang telah ditorehkan selama memimpin Satreskrim. Sejumlah perkara berhasil diungkap, termasuk kasus penganiayaan terhadap seorang balita yang dilakukan ibu kandungnya.
Kini, estafet tersebut beralih kepada Kompol Septiawan Adi Prihartono.
Perwira kelahiran Surabaya dan lulusan Akpol 2012 itu sebelumnya dipercaya menjabat Kapolsek Candi, Polresta Sidoarjo, Polda Jawa Timur. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk memasuki medan tugas baru di wilayah hukum Polresta Malang Kota.
Tantangan pun langsung menanti.
Danang meminta pejabat baru tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi. Karakteristik wilayah, dinamika kriminalitas, hingga ekspektasi masyarakat harus segera dipahami agar kinerja Satreskrim tetap berjalan tanpa jeda.
“Segera beradaptasi, lanjutkan program yang sudah berjalan, dan tingkatkan profesionalisme serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi sinyal jelas bahwa pergantian pimpinan bukan berarti memulai semuanya dari nol. Program yang sudah berjalan harus dijaga, sementara ruang perbaikan harus terus dibuka.
Danang juga menekankan pentingnya ketelitian, profesionalisme dan pendekatan humanis dalam setiap proses penyidikan. Penanganan perkara tidak cukup hanya cepat, tetapi juga harus cermat, transparan, sesuai prosedur dan berlandaskan ketentuan hukum.
Koordinasi internal serta sinergi dengan satuan maupun instansi terkait juga harus semakin diperkuat.
Dengan resmi bergesernya tongkat komando tersebut, Kompol Septiawan Adi Prihartono kini menjadi wajah baru Satreskrim Polresta Malang Kota.
Ekspektasi pun mengarah kepada kepemimpinan barunya: menjaga capaian yang telah dibangun, meningkatkan kualitas pengungkapan perkara, memperkuat kepastian hukum, dan menghadirkan pelayanan yang semakin dipercaya masyarakat.
Estafet telah berpindah. Tantangan baru dimulai. Satreskrim Polresta Malang Kota dituntut semakin tajam mengungkap perkara, semakin cermat dalam penyidikan, dan semakin humanis dalam melayani masyarakat. (Fin/Her)
