RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Pernyataan tegas disampaikan Muhammad Faiq terkait dinamika politik di Banyuwangi. Ia menilai, kontestasi politik telah usai dan tidak ada lagi ruang untuk apa yang disebutnya sebagai “politik buta” yang hanya memecah belah masyarakat.
Menurut Faiq, saat ini adalah momentum untuk kembali bersatu dan bekerja demi kepentingan rakyat. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di Banyuwangi telah berjalan sesuai dengan kehendak masyarakat.
“Politik sudah selesai. Hari ini saatnya bekerja. Pemimpin yang memang ditakdirkan menjadi bupati adalah Ipuk, yang didukung oleh masyarakat. Energi kita tidak boleh lagi habis untuk perdebatan politik, tapi harus difokuskan untuk kemajuan Banyuwangi,” tegasnya. Kamis, (19/02/2026)
Faiq juga mengingatkan bahwa kemajuan Banyuwangi bukanlah hasil kerja instan, melainkan buah dari kesinambungan kepemimpinan. Ia menyoroti transformasi yang dimulai pada era kepemimpinan Abdullah Azwar Anas dan berlanjut di bawah kepemimpinan Ipuk Fiestiandani.
Di masa Anas, Banyuwangi mulai dikenal luas lewat inovasi pelayanan publik, digitalisasi birokrasi, hingga penguatan sektor pariwisata berbasis budaya dan alam. Fondasi tersebut kemudian diteruskan dan diperkuat oleh Ipuk dengan berbagai program pembangunan yang menyentuh sektor ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan UMKM.
“Hari ini Banyuwangi dikenal bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga mancanegara. Itu karena ada kesinambungan visi dan kerja nyata. Jadi jangan lagi terjebak pada politik yang membutakan. Saatnya menjaga apa yang sudah baik dan terus memperbaiki yang kurang,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan persatuan serta mengawal pembangunan secara kritis namun konstruktif. Baginya, kritik tetap penting, tetapi harus berlandaskan kepentingan publik, bukan kepentingan kelompok.
Dengan dinamika yang ada, Faiq menegaskan bahwa Banyuwangi membutuhkan stabilitas dan kolaborasi agar laju pembangunan tetap terjaga dan manfaatnya dirasakan merata oleh masyarakat.
“Kalau kita cinta Banyuwangi, mari bekerja bersama. Politik boleh berbeda, tapi tujuan kita sama: kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.***
