RADAR-BLAMBANGAN.COM, | JEMBRANA, BALI, — Aktivitas di kawasan pesisir Jembrana kembali menjadi perhatian serius jajaran kepolisian. Bukan sekadar menyusuri garis pantai, Sat Polairud Polres Jembrana memperkuat patroli sekaligus turun langsung membangun komunikasi dengan para nelayan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, aktivitas mencurigakan hingga ancaman cuaca ekstrem di perairan.
Patroli yang digelar Jumat (25/9/2026) pagi tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00–09.30 WITA. Sejumlah titik aktivitas masyarakat pesisir menjadi sasaran pemantauan personel Sat Polairud.
Aipda Km Arsana bersama Aipda Km Bilendraw yang melaksanakan piket jaga tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga berdialog langsung dengan para nelayan. Salah satunya Djumadi bersama rekan-rekannya yang berasal dari wilayah Munduk, Kecamatan Negara.
Di tengah aktivitas masyarakat yang bergantung pada laut, pesan keselamatan menjadi perhatian utama. Nelayan diminta tidak mengabaikan perubahan kondisi cuaca sebelum memutuskan melaut maupun ketika sudah berada di tengah perairan.
Kasat Polairud Polres Jembrana IPTU I Gede Ketut Suasnawa, S.H., M.H. menegaskan bahwa patroli pesisir merupakan langkah preventif sekaligus sarana memperkuat komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat nelayan.
“Patroli ini tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan informasi kepada nelayan mengenai keselamatan di laut, kondisi cuaca, serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di kawasan pesisir,” ujar IPTU I Gede Ketut Suasnawa.
Bukan hanya soal cuaca. Jalur pesisir juga menjadi perhatian.
Personel Sat Polairud mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga keamanan lingkungan, mempertahankan kerukunan antarnelayan serta tidak melakukan aktivitas yang bertentangan dengan hukum.
Nelayan juga diminta memastikan perlengkapan keselamatan tersedia sebelum melaut. Penggunaan life jacket atau pelampung serta membawa sarana komunikasi menjadi bagian penting untuk mengantisipasi kondisi darurat di laut.
Kewaspadaan semakin ditekankan menyusul potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan. Nelayan diimbau terus memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan tidak memaksakan diri apabila situasi perairan dinilai berisiko.
Di sisi lain, patroli pesisir juga diarahkan untuk mendeteksi kemungkinan masuknya orang ataupun barang mencurigakan melalui jalur tidak resmi, termasuk kawasan pantai dan pelabuhan tradisional yang menjadi tempat aktivitas masyarakat nelayan.
Kepolisian membuka ruang bagi masyarakat untuk menjadi mata dan telinga bersama dalam menjaga keamanan pesisir.
“Kami mengajak masyarakat pesisir untuk tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan aktivitas atau orang yang mencurigakan. Segera koordinasikan dengan Sat Polairud, Bhabinkamtibmas, atau kepolisian terdekat agar dapat ditindaklanjuti,” tegasnya.
Tak berhenti pada aspek keamanan, Sat Polairud juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan kawasan pesisir. Lingkungan laut yang aman, bersih dan tertib dinilai membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Untuk mempercepat respons ketika terjadi gangguan keamanan maupun keadaan yang membutuhkan kehadiran polisi, masyarakat turut diingatkan mengenai Call Center Polri 110 sebagai saluran layanan kepolisian.
Patroli pesisir tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Jembrana menghadirkan pelayanan kepolisian secara langsung di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat implementasi semangat PRESISI Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan.
Pesannya jelas: laut adalah sumber kehidupan, tetapi keselamatan dan keamanan tidak boleh dipertaruhkan. Sat Polairud Jembrana memilih hadir lebih awal, mengingatkan lebih cepat, dan memperkuat pengawasan sebelum gangguan berubah menjadi persoalan besar. (Emi)
