RADAR-BLAMBANGAN.COM, | Mojokerto – Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, atau akrab disapa Gus Barraa memastikan sebanyak 161,9 ribu penerima bantuan pangan (PBP) di Kabupaten Mojokerto menerima bantuan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Penyaluran perdana ini dipusatkan di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Senin (17/8) siang.
Bantuan pangan tersebut diberikan sebanyak 10 kilogram beras per bulan kepada setiap penerima. Untuk alokasi tiga bulan, masing-masing penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.
“Ini penyaluran perdana untuk bulan Juli sampai September. Tiga bulan, nggih. Masing-masing per bulan 10 kilo. Berarti panjenengan mendapatkan 30 kilo,” ujar Gus Barraa.
Menurutnya, bantuan pangan merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
“Program ini bagian dari upaya pemerintah pusat dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangannya, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok,” jelasnya.
Gus Barraa menyebut, secara nasional terdapat sekitar 33,2 juta penerima bantuan pangan. Sementara di Kabupaten Mojokerto jumlah penerima mencapai 161,9 ribu orang.
Ia menjelaskan, penetapan penerima bantuan dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat yang masuk desil 1 sampai dengan 4.
“Jadi, dari mana ketemunya 451 itu tadi? Dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, dari desil 1 sampai desil 4. Ketemulah 451,” tegasnya.
Khusus Desa Bendunganjati, terdapat 451 penerima bantuan pangan. Gus Barra menekankan pentingnya ketepatan data agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
“Kalau ada permasalahan, misalkan ini mestinya tidak diberi kok jadi diberi, ini mestinya layak kok tidak diberi, itu berkaitan dengan pendataan,” katanya.
Menurutnya, masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan usul sanggah apabila menemukan data penerima yang tidak sesuai dengan kondisi sosial ekonomi di lapangan.
“Nanti ada namanya usul sanggah. Masyarakat semua bisa menyangga,” jelasnya.
Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini juga mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi Cek Bansos untuk menyampaikan usul sanggah secara resmi.
“Usul sanggah melalui aplikasi Cek Bansos. Kalau panjenengan melihat ada yang tidak berhak menerima, bisa diusulkan melalui aplikasi. Berikan datanya, misalnya karena yang bersangkutan punya mobil, rumahnya bagus, difoto. Nanti bisa dilakukan pengecekan,” terangnya.
Gus Barra juga mendorong pemerintah desa terus memperbarui data secara akurat agar berbagai program bantuan pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran.
“Makanya pendataan itu harus akurat. Ada pembaruan desil. Jangan hanya rasan-rasan, tetapi kalau memang ada data yang tidak sesuai, lakukan usul sanggah,” tuturnya.
Selain bantuan pangan, Gus Barra mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam kebutuhan pangan sederhana.
“Kalau ada beras di rumah kan sudah ayem. Tinggal beli bumbunya, lauknya, sayurnya. Kalau cabai di rumah ada, tomat nanam sendiri, kacang panjang nanam sendiri. Ini namanya ketahanan pangan,” ujarnya.
Ia berharap bantuan beras tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat mengalokasikan penghasilan untuk kebutuhan lainnya.
“Kalau panjenengan di rumah per bulan dapat 10 kilo, berarti uang yang biasanya digunakan untuk membeli beras kan tidak jadi. Bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya,” jelasnya.
“Berasnya sudah ada. Tinggal berpikir ingin makan yang enak sedikit, ditambah gizi anak. Bisa beli ayam atau kebutuhan lainnya. Jadi, daya belinya semakin bagus,” tandasnya.
Gus Barra berharap bantuan pangan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto.
“Mugi-mugi sedoyo bantuan ini memberikan manfaat, bisa memenuhi kebutuhan pangan panjenengan dan bisa menjaga daya beli panjenengan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Mojokerto, Muhammad Husin menjelaskan, bantuan pangan tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional yang ditugaskan kepada BULOG untuk menyalurkan beras Cadangan Pangan Pemerintah.
“Program bantuan pangan beras ini merupakan program dari pemerintah pusat. Programnya dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menugaskan kepada Badan Pangan Nasional dan selanjutnya menugaskan kepada kami Perum BULOG untuk mendistribusikan bantuan pangan beras alokasi Juli sampai dengan September,” ujarnya.
Ia menyampaikan, secara nasional bantuan pangan tersebut menyasar 33,2 juta penerima, termasuk 451 penerima di Desa Bendunganjati.
“Total penerima untuk seluruh Indonesia sebanyak 33,2 juta penerima bantuan pangan. Di situ di dalamnya termasuk Bapak/Ibu sekalian, Desa Bendunganjati ini sebanyak 451,” katanya.
Untuk Kabupaten Mojokerto, bantuan pangan dialokasikan kepada 161,9 ribu penerima, dengan 9.033 penerima di Kecamatan Pacet.
“Untuk beras bantuan pangan yang kita salurkan untuk wilayah Kabupaten Mojokerto sebanyak 161,9 ribu penerima. Dan untuk Kecamatan Pacet sebanyak 9.033 penerima dan 461 untuk Desa Bendunganjati,” jelasnya.
Khusus Bendunganjati, total beras yang disalurkan mencapai 13,5 ton. Penyaluran selanjutnya dilakukan bertahap ke desa-desa lainnya dan ditargetkan selesai hingga 30 September 2026.
“Jadi pendistribusiannya langsung sekaligus, jadi untuk tiga bulan, jadi untuk 30 kilo. Penyaluran untuk Kabupaten Mojokerto, pertama kalinya kita salurkan di Bendunganjati, nanti menyusul desa-desa lainnya, rencana akan kami salurkan sampai tanggal 30 September,” ujarnya.
Beras yang disalurkan merupakan stok Cadangan Beras Pemerintah berkualitas medium yang bersumber dari produksi lokal.
“Beras yang kami distribusikan ini merupakan stok Cadangan Beras Pemerintah yang kami simpan di gudang BULOG dengan kualitas medium. Berasnya beras lokal,” ungkapnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi dan menjaga keterjangkauan harga beras.
“Harapan dari pemerintah dengan adanya program penyaluran bantuan pangan ini, Bapak/Ibu sekalian bisa terpenuhi kebutuhan pangan pokoknya, khususnya beras,” pungkasnya. (Mahmudah)
