RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Semangat persatuan dan pelestarian budaya Nusantara mewarnai kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) yang digelar di Waroeng Kemarang, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.
Mengusung tema “Tandang Bareng Mempererat Kedaulatan Bangsa dengan Budaya Nusantara”, kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara tokoh agama, pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat adat.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya KH. Fathulloh Suyuti Thoha selaku Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda Tegaldlimo sekaligus Mursyidul ‘Am Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal Khitoh Indonesia, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto selaku Danpasmar 2, serta unsur Forkopimda Banyuwangi yang diwakili oleh Wakil Bupati Ir. Mujiono dan jajaran TNI-Polri. Turut hadir pula tokoh masyarakat, pimpinan organisasi, serta perwakilan kepala desa se-Kabupaten Banyuwangi.
Rangkaian acara diawali dengan doa pembukaan, penampilan tari Gandrung, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua MATRA Banyuwangi dan Ketua MATRA Jawa Timur, sebelum ditutup dengan doa bersama dan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan.
Dalam sambutannya, KH. Fathulloh Suyuti Thoha menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan budaya lokal di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Organisasi Tanpa Bentuk (OTB) yang dinilai berpotensi memecah belah persatuan.
“Ancaman yang tidak terlihat seperti OTB harus dihadapi dengan kewaspadaan dan persatuan seluruh elemen masyarakat. Kita perlu memperkuat dzikir, mempererat silaturahmi, serta menjaga budaya Nusantara sebagai benteng kedaulatan bangsa,” tegasnya.
Menurutnya, OTB dapat bergerak secara halus melalui provokasi, penyebaran ujaran kebencian, hingga isu-isu sensitif yang berpotensi memicu konflik horizontal. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh komponen bangsa mulai dari TNI, Polri, tokoh agama hingga masyarakat dalam upaya pencegahan.
KH. Fathulloh juga menyoroti peran strategis Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal Khitoh Indonesia dalam memperkuat ketahanan spiritual masyarakat. Melalui kegiatan dzikir dan istighotsah yang rutin digelar, jamaah ini diharapkan mampu menghadirkan kesejukan serta memperkokoh nilai-nilai kebangsaan.
Selain itu, doa bersama juga dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan kesehatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, beserta seluruh jajaran pemerintah agar senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah negara.
“Doa dan dzikir adalah kekuatan moral bangsa. Dengan spiritualitas yang kuat, kita dapat menjaga persatuan serta menghadapi berbagai tantangan nasional,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, KH. Fathulloh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Jangan biarkan isu liar memecah belah kita. Menjaga keutuhan NKRI adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 18.00 WIB ini berjalan dengan tertib, aman, dan penuh khidmat. Selain mempererat hubungan antar elemen bangsa, acara ini juga menjadi simbol kolaborasi antara kekuatan budaya, spiritualitas, dan kebangsaan dalam menghadapi tantangan nasional ke depan. (Mahalik)
