RADAR-BLAMBANGAN.COM, | MOJOKERTO, 20 Agustus 2026 – Upaya klarifikasi yang dilakukan awak media terkait dugaan pungutan iuran sekolah puluhan juta rupiah justru berujung pada respon tidak pantas dari pimpinan sekolah SDN Puri Kabupaten Mojokerto. Kamis, (20/8/26).
Berdasarkan dokumen dan kwitansi yang dihimpun Kabiro Mojokerto. ditemukan adanya penarikan “iuran Infaq” sebesar Rp, 250.000 persiswa berdalihkan Paguyuban dan Komite sekolah untuk siswa baru. Jika ditotal nilainya ditaksir mencapai Puluhan juta per tahun ajaran. Data tersebut sudah divalidasi ke beberapa wali murid.
Kepala sekolah mengatakan bahwa uang infaq itu di gunakan untuk membuat tempat parkir.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadi pada Selasa (19/8/2026), oknum pimpinan sekolah berinisial “S” justru melontarkan sindiran yang menyinggung profesi jurnalis.
Alih-alih menjawab substansi iuran, yang bersangkutan menulis: _“Dulu wartawan itu pedagang kaki lima kan?”_
Pesan tersebut juga memuat kalimat bernada pelecehan terkait status pribadi salah satu anggota media. Screenshot percakapan tersebut kini telah diamankan Kabiro sebagai bahan pemberitaan.
“Klarifikasi adalah hak publik. Menyerang personal wartawan karena tidak suka dengan pertanyaan itu bentuk intimidasi pers,”.
Sementara itu, salah satu wali murid justru mendukung penuh kebijakan sekolah.
“Kami ikhlas bayar semua iuran. Ini untuk anak kami. Mau dibawa ke ranah hukum, sampai ke Polda juga silakan. Kami siap,” katanya dengan nada lantang.
Kepala Dinas Pendidikan mengatakan akan memanggil pihak sekolah. “Kami akan audit keuangannya dan juga memintai keterangan terkait komunikasi dengan media. Tidak boleh ada intimidasi,” tegasnya
Pihak sekolah yang dikonfirmasi juga belum memberikan klarifikasi resmi terkait isi pesan WA tersebut maupun besaran iuran yang dipungut. (Mahmudah)
