RADAR-BLAMBANGAN.COM | LUMAJANG – Setelah bertahun-tahun minim kegiatan, semangat kebersamaan warga RT 01 RW 09, Dusun Sidomulyo, Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, kembali menggeliat.
Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 menjadi titik kebangkitan warga untuk kembali menghidupkan berbagai kegiatan di lingkungan RT.
Beragam perlombaan digelar untuk memeriahkan bulan kemerdekaan. Mulai dari lomba makan kerupuk, nyunggi tempeh yang diatas ada bolanya , hingga berbagai permainan tradisional lainnya yang diikuti dengan antusias oleh warga.
Namun, salah satu perlombaan yang paling menyita perhatian dan mengundang gelak tawa warga adalah pertandingan bola voli dengan net tertutup. Permainan unik tersebut membuat suasana semakin meriah karena peserta harus mengandalkan perkiraan dan kerja sama tim untuk mengembalikan bola melewati net.
Tak hanya perlombaan, rangkaian kegiatan juga dilanjutkan pada Minggu pagi dengan jalan santai yang diikuti warga RT 01 RW 09. Sebelum pemberangkatan, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti senam bersama.
Jalan santai tersebut semakin meriah karena panitia menyiapkan berbagai hadiah bagi peserta. Hadiah utama yang disediakan berupa dua ekor kambing, dua unit magic com, satu kompor gas, satu kipas angin, serta ratusan hadiah menarik lainnya.
Pemberangkatan peserta jalan santai dilakukan langsung oleh Kepala Desa Gucialit, Sutam, S.Sos. Kehadiran kepala desa sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah desa terhadap kegiatan positif yang digagas masyarakat.
Kegiatan tersebut terlaksana berkat semangat dan kekompakan panitia bersama seluruh warga RT 01 RW 09. Dukungan juga diberikan Kepala Desa Gucialit, Ketua RW 09, Kepala Dusun Sidomulyo, serta masyarakat setempat.
Sementara untuk pengadaan hadiah, panitia mendapatkan partisipasi dari berbagai pihak, di antaranya Kepala Desa Gucialit, kepala dusun sidomulyo, Ketua RW 09, sejumlah warga RT 01, rekan kontraktor, Ketua Koni Lumajang serta anggota DPRD Kabupaten Lumajang.
Ketua Panitia HUT RI ke-81 RT 01 RW 09, Suprianto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kembali kebersamaan warga yang selama beberapa tahun terakhir kurang aktif menggelar kegiatan lingkungan.
“Yang paling penting bukan hanya lombanya, tetapi bagaimana warga bisa kembali berkumpul, guyub dan kompak. Setelah bertahun-tahun tidak ada kegiatan, sekarang kami mencoba menghidupkan kembali semangat kebersamaan di lingkungan RT 01,” ujar Suprianto.
Ketua RW 09, Rebak, turut memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan membangun kekompakan warga.
“Kami sangat mengapresiasi semangat warga RT 01. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, kebersamaan dan gotong royong warga semakin kuat,” kata Rebak.
Kepala Desa Gucialit, Sutam, S.Sos., juga mengapresiasi inisiatif masyarakat yang kembali menghidupkan kegiatan lingkungan dalam momentum HUT Kemerdekaan RI.
Menurutnya, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung tersebut merupakan bentuk nyata semangat gotong royong dan kebersamaan.
Saya juga ucapkan terima kasih terutama kepada panitia yang telah mengundang saya menghadiri acara pada pagi hari ini. Suatu kehormatan wajib bagi saya untuk menghadiri, meskipun mungkin tadi malam saya tidak bisa menghadiri mendampingi jenengan semua karena tadi malam juga ada acara di Pakel Timur yang butuh pengawalan, pengamanan. Acara bantengan. Alhamdulillah berjalan dengan lancar.
“ Lebih lanjut, yang paling penting dari kegiatan ini adalah kebersamaan. Masyarakat bisa berkumpul, bersilaturahmi dan saling mempererat persaudaraan. Semoga semangat seperti ini terus dijaga dan dikembangkan,” ujar Sutam.
Ia berharap kegiatan positif yang digagas warga dapat terus berlanjut dan menjadi tradisi tahunan di lingkungan RT 01 RW 09 maupun wilayah lainnya di Desa Gucialit.
Semarak HUT RI ke-81 di RT 01 RW 09 Dusun Sidomulyo akhirnya bukan hanya menghadirkan hiburan dan hadiah, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan semangat warga setelah bertahun-tahun tidak menggelar kegiatan.
Dengan semangat gotong royong, kebersamaan dan dukungan berbagai pihak, warga membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan sekaligus menghidupkan kembali kegiatan sosial di tengah masyarakat.
( uzi )
