RADAR BLAMBANGAN.COM, | NGANJUK – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur menjelang Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi aman, sehat, dan melimpah. Bahkan, Jawa Timur disebut mengalami surplus signifikan sehingga siap menyuplai kebutuhan hewan kurban ke berbagai daerah di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah usai meninjau sentra peternakan sapi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu.
“Alhamdulillah, kondisi sapi-sapi di sini sehat dan besar. Kita lihat bahkan ada yang bobotnya lebih dari satu ton. Ini menjadi indikator bahwa kualitas ternak kita sangat baik,” ujar Khofifah.
Menurutnya, kesiapan stok hewan kurban di Jawa Timur tidak terlepas dari kuatnya sektor peternakan yang saat ini menempatkan Jawa Timur sebagai daerah dengan populasi ternak terbesar di Indonesia.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Timur, total proyeksi kebutuhan hewan kurban tahun 2026 mencapai 427.060 ekor, terdiri dari 70.550 ekor sapi, 297.900 ekor kambing, 58.600 ekor domba, dan 10 ekor kerbau.
Sementara itu, ketersediaan hewan ternak di Jawa Timur jauh melampaui angka kebutuhan tersebut.
Untuk sapi, Jawa Timur memiliki stok mencapai 629.119 ekor sehingga surplus 558.569 ekor. Sedangkan kambing tersedia sebanyak 940.693 ekor atau surplus 642.793 ekor.
Tak hanya itu, populasi domba tercatat mencapai 484.468 ekor dengan surplus 452.868 ekor, sementara kerbau tersedia 1.698 ekor atau surplus 1.688 ekor.
“Kondisi ini menunjukkan Jawa Timur surplus cukup signifikan di seluruh jenis ternak kurban. Ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur sangat cukup dan siap menopang provinsi lain,” tegasnya.
Khofifah juga memastikan seluruh hewan ternak yang disiapkan untuk kurban telah melalui pengawasan kesehatan secara ketat, termasuk vaksinasi, biosecurity, hingga pengobatan ternak guna mencegah penyebaran penyakit seperti PMK dan LSD.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan petugas pemeriksa hewan kurban untuk melakukan pemeriksaan ante mortem sebelum penyembelihan dan post mortem setelah penyembelihan.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat, aman, dan layak konsumsi saat Hari Raya Idul Adha mendatang. (Mahalik)
