RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI — 02-07- 2026, langit Dusun Gumukcandi Desa Songgon menjadi saksi momentum bersejarah. Pukul 07.00 WIB, dentuman doa dan lantunan tahlil bergema di antara perbukitan Kecamatan Songgon, menandai dimulainya Karya Bakti Pembangunan Jembatan Penghubung Garuda proyek nyata kehadiran Kodim 0825/Banyuwangi di tengah denyut kehidupan masyarakat.
Komandan Koramil 0825/20 Songgon, Kapten Kav Andoko, memimpin langsung kegiatan selamatan itu bersama seluruh anggotanya, bahu-membahu dengan Pelda Arief selaku Bati TNI Staf Kodim 0825/Banyuwangi, serta jajaran anggota dari Koramil 0825/12 Rogojampi, Koramil 0825/13 Singojuruh, dan Koramil 0825/14 Kabat. Satu misi, satu tekad: membangun jembatan yang selama ini hanya menjadi impian warga.
Prosesi selamatan berlangsung penuh khidmat. Diawali dengan pembukaan resmi, dilanjutkan tahlil dan doa bersama sebagai wujud syukur sekaligus permohonan kelancaran, acara kemudian diisi sambutan Kepala Desa Songgon, Moh. Qoderi, S.H., yang menyampaikan rasa terima kasihnya kepada TNI atas kepedulian yang tak sekadar hadir di podium, tetapi langsung menyentuh kebutuhan rakyat kecil. Kapten Kav Andoko dalam sambutannya menegaskan bahwa ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat. Kepala Dusun Gumukcandi, Imam Muhklis, dan ratusan warga setempat memadati lokasi mata mereka memancarkan harapan yang telah lama tertahan.
Jembatan Garuda yang mulai dibangun hari ini dirancang dengan spesifikasi kokoh: panjang 8 meter, lebar 4 meter, menjulang setinggi 6 meter dari permukaan air konstruksi yang tidak hanya kuat menahan beban fisik, tetapi juga beban kehidupan ribuan warga yang bergantung padanya.
Selama bertahun-tahun, warga Dusun Gumukcandi harus memutar jalan jauh atau nekat melintasi jalur berbahaya hanya untuk mencapai pasar tradisional, Puskesmas, dan sekolah. Dengan hadirnya jembatan ini, hasil pertanian dan perkebunan rakyat pun akan mengalir lebih lancar menuju pusat ekonomi kota.
Kapten Kav Andoko beserta seluruh anggota tidak berhenti di acara seremoni. Begitu sambutan terakhir usai, mereka langsung menggulung lengan baju dan turun ke lokasi pembangunan sekop, cangkul, dan semangat membaja menjadi senjata mereka. Tidak ada jarak antara pejabat dan prajurit, tidak ada sekat antara TNI dan warga.
Kegiatan Karya Bakti berlangsung tertib, lancar, dan aman sebuah potret harmoni sejati antara tentara dan rakyatnya. Jembatan Garuda bukan sekadar infrastruktur beton dan besi; ia adalah jembatan kepercayaan yang dibangun dengan keringat, ketulusan, dan cinta tanah air.
~Kodim Banyuwangi semakin produktif,
#Produktif,
#Bhirawaanoraga.
