RADAR-BLAMBANGAN.COM, | PANDEGLANG – Suasana harap-harap cemas menyelimuti Pos SAR Nasional di Pandeglang, Banten. Di tengah operasi pencarian speedboat yang membawa rombongan jurnalis dan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kabar keselamatan para penumpang masih menjadi penantian panjang.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki datang langsung ke Pos SAR Nasional. Kehadirannya bukan sekadar memantau operasi pencarian, tetapi juga memberikan penguatan moral kepada keluarga, termasuk istri pewarta foto LKBN ANTARA, M Bagus Khoirunnas, yang hingga kini masih menunggu kepastian keberadaan suaminya.
Dengan suasana penuh keprihatinan, Kapolda meminta keluarga tetap tenang dan menyerahkan proses pencarian kepada tim SAR gabungan.
“Kita berdoa agar semuanya berjalan lancar. Jadi yang tenang ya.” ujar Hengki di Pandeglang, Selasa.
Hengki menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Ia juga mengajak keluarga untuk terus memanjatkan doa seraya berharap seluruh korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
“Banyak baca-baca doa ya, semua bisa lancar dan mudah-mudahan semua selamat,” tuturnya.
Di sisi lain, operasi pencarian memasuki hari kedua dengan kekuatan yang semakin diperbesar. Basarnas bersama unsur TNI dan Polri melakukan penyisiran secara terpadu di perairan Selat Sunda.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten, Riski Dwiyanto, mengatakan wilayah pencarian kini diperluas berdasarkan analisis data digital dan hasil SAR Map yang menunjukkan dugaan pergerakan ke arah barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau.
Total area pencarian disebut mencapai sekitar 271 nautical mile, dengan enam kapal yang dibagi ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU).
KN SAR Tual K dikerahkan untuk menyisir area sekitar 68,3 nautical mile. Sementara KAL Anyer milik Lanal Banten mencakup sekitar 69,5 nautical mile.
Pencarian juga diperkuat RIB 01 dan RIB 03 Lampung dengan cakupan sekitar 67 nautical mile. RIB 02 Banten difokuskan melakukan penyisiran lebih ketat di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang, termasuk mengantisipasi kemungkinan korban maupun bagian speedboat terbawa arus dan terdampar di kawasan pulau-pulau kecil.
Sementara KP Sanjay milik Polairud Polda Banten turut bergerak dengan cakupan pencarian sekitar 67,3 nautical mile.
Detik-detik terakhir sebelum rombongan tersebut kehilangan kontak kini menjadi bagian penting dalam operasi pencarian.
Speedboat diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan tersebut menuju kawasan perairan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas jurnalistik terkait aktivitas erupsi.
Sekitar pukul 14.42 WIB, komunikasi terakhir yang tercatat menunjukkan adanya pengiriman lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung.
Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan tersebut terputus. Titik koordinat dugaan terakhir berada di sekitar 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T.
Sedikitnya tujuh orang dilaporkan masih dalam pencarian. Mereka di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, Donal yang merupakan pewarta lepas, serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.
Kapolda Banten menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat diminta bekerja maksimal dengan tetap mengedepankan keselamatan personel. Kondisi perairan, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga informasi cuaca dari BMKG menjadi faktor yang terus dipantau.
Selain pengerahan armada pencarian, Polda Banten juga menyiapkan tim dokter dan sejumlah fasilitas pendukung sebagai langkah antisipasi apabila ditemukan perkembangan di lapangan.
Hengki juga meminta agar keluarga korban memperoleh tempat istirahat yang layak selama menunggu perkembangan operasi pencarian.
Untuk mencegah simpang siur informasi, kepolisian membentuk Grup WhatsApp khusus Satgas Terpadu Pencarian. Informasi mengenai perkembangan operasi kepada publik maupun media akan disampaikan melalui satu pintu.
Kini, di tengah luasnya perairan Selat Sunda dan kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih menjadi perhatian, harapan keluarga hanya tertuju pada satu hal: tujuh orang yang masih dalam pencarian segera ditemukan dan dapat kembali dengan selamat.(mh)
