RADAR BLAMBANGAN.COM, | SIDOARJO – Bukan sekadar angka Rp3 miliar yang disalurkan, tetapi harapan yang ikut diteguhkan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Plus kepada masyarakat di Kabupaten Sidoarjo, sebagai bentuk perhatian terhadap kelompok rentan, khususnya para lansia prasejahtera.
Di tengah suasana hangat dan penuh kekeluargaan, penyaluran bantuan itu terasa lebih dari seremoni administratif. Khofifah memilih berdialog langsung dengan para penerima manfaat mendengar cerita mereka, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga harapan sederhana untuk tetap sehat dan mandiri di usia senja.
PKH Plus sendiri merupakan program afirmatif Pemprov Jatim yang menyasar lansia kurang mampu di atas 70 tahun. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan dasar sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada generasi yang telah lebih dulu berkontribusi membangun keluarga dan lingkungan.
“Lansia harus kita jaga martabatnya. Mereka bukan beban, tetapi sumber doa dan kebijaksanaan,” ujar Khofifah dalam sambutannya.
Total bantuan senilai Rp3 miliar tersebut disalurkan kepada ribuan penerima di Sidoarjo. Selain bantuan tunai, pemerintah provinsi juga terus mendorong pendampingan sosial agar penyaluran tepat sasaran dan berdampak nyata.
Bagi sebagian penerima, bantuan itu mungkin tak sepenuhnya mengubah keadaan. Namun bagi mereka, perhatian pemerintah menjadi penguat bahwa negara hadir, bahkan hingga ke sudut-sudut kehidupan yang sering tak terlihat.
Langkah ini menjadi penegas bahwa pembangunan tak melulu soal infrastruktur megah, tetapi juga tentang memastikan yang paling rentan tetap berdiri dengan rasa aman dan dihargai. Di Sidoarjo, bantuan itu bukan hanya cair di rekening tetapi juga mengalirkan rasa peduli yang nyata.***
