RADAR BLAMBANGAN.COM, | Banyuwangi, – Komitmen menjaga kelestarian hutan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas elemen. Perhutani KPH Banyuwangi Barat menerima kunjungan Cipayung Plus Banyuwangi yang terdiri dari perwakilan organisasi mahasiswa ekstra kampus, Jumat (13/2/2026), di ruang kerja Administratur Perhutani Banyuwangi Barat.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Mandataris PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banyuwangi, didampingi Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi dan Ketua Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Banyuwangi. Mereka hadir membawa semangat kolaborasi generasi muda dalam mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan.
Administratur KPH Banyuwangi Barat, Muklisin, menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
“Pengelolaan hutan harus memberi manfaat secara ekologi (planet), sosial (people), dan ekonomi (profit). Ketiganya harus berjalan seimbang agar hutan tetap lestari dan memberi kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Muklisin, kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari Cipayung Plus menjadi energi positif. Kaum muda dinilai memiliki idealisme, semangat kritis, serta kepedulian terhadap isu lingkungan yang sangat dibutuhkan dalam menjaga eksistensi hutan.
Sementara itu, Haikal Roja’ Hasbunallah selaku Ketua PC PMII Banyuwangi mewakili Cipayung Plus menegaskan komitmen mereka untuk bersinergi dengan Perhutani. Ia menilai Perhutani Banyuwangi Barat memiliki dedikasi dan konsistensi dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus membangun hubungan konstruktif dengan masyarakat.
“Kami berharap sinergi ini terus diperkuat melalui program edukasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, serta penguatan peran generasi muda dalam menjaga kelestarian alam Banyuwangi,” ungkapnya.
Secara terpisah, Koordinator Cipayung Plus Banyuwangi, Muhammad Haddad Alwi Nasyafiallah atau yang akrab disapa Nasa, menambahkan bahwa Cipayung Plus memiliki peran strategis sebagai mitra dialog pemerintah sekaligus wadah kaderisasi pemimpin masa depan.
Menurutnya, menjaga kelestarian hutan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang masa depan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kami melihat Perhutani Banyuwangi Barat sebagai partner yang ideal dan intens dalam merealisasikan komitmen menjaga eksistensi hutan. Kami siap bersama-sama membangun hutan yang lestari dan memberi manfaat bagi masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan hutan,” tegasnya.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat tekad bersama bahwa menjaga hutan adalah tanggung jawab kolektif. Kolaborasi antara Perhutani dan generasi muda diharapkan mampu melahirkan langkah nyata demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.***
