RADAR-BLAMBANGAN.COM.| Lumajang – Memimpin bukan sekadar berada di posisi yang lebih tinggi dalam struktur pemerintahan. Di balik sebuah jabatan, ada persoalan yang harus dibaca, dipilah berdasarkan prioritas, lalu diselesaikan melalui koordinasi dan langkah yang terukur.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati saat memberikan pengarahan dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang, bertempat di Lobby Kantor Bupati Lumajang, Rabu (16/9/2026).
Bunda Indah mengingatkan para pejabat yang baru menerima amanah agar tidak berhenti pada kemampuan menjalankan rutinitas. Seorang pemimpin juga dituntut mampu menghadapi persoalan yang muncul di lingkungan kerjanya.
Menurutnya, persoalan pemerintahan tidak selalu dapat diselesaikan sekaligus. Karena itu, pemimpin perlu menentukan mana yang harus didahulukan, membangun koordinasi, kemudian mengerjakannya secara bertahap.
Bunda Indah mencontohkan bagaimana sebuah persoalan di bidang pendidikan membutuhkan perhatian dan penanganan yang tidak sederhana. Dalam situasi seperti itu, pejabat yang bertanggung jawab diminta tetap bergerak dan tidak berhenti hanya karena menghadapi persoalan yang kompleks.
Ia mendorong pejabat untuk berkoordinasi secara internal, melihat persoalan satu per satu, kemudian mencari jalan keluarnya sesuai kewenangan.
“Tidak ada masalah yang tidak memiliki solusi,” ujar Bunda Indah.
Menurutnya, prinsip tersebut perlu menjadi pegangan bagi pejabat dalam menjalankan tugas. Persoalan yang kompleks bukan alasan untuk tidak mengambil langkah, melainkan perlu diurai agar dapat diketahui bagian mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Bunda Indah mengibaratkan pendekatan tersebut seperti konsep pohon masalah yang dikenal dalam pelatihan kepemimpinan. Sebuah persoalan perlu dilihat dari akar hingga dampaknya sehingga langkah penyelesaiannya tidak dilakukan secara serampangan.
Dengan memahami hubungan antara masalah utama, penyebab, dan dampaknya, pemimpin dapat menentukan intervensi yang lebih tepat. Setelah itu, koordinasi menjadi bagian penting agar penyelesaian tidak berjalan sendiri-sendiri.
Pendekatan tersebut juga membutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan. Pemimpin tidak cukup hanya mengetahui adanya masalah, tetapi perlu memastikan ada langkah yang dilakukan untuk menanganinya.
Bunda Indah menekankan bahwa setiap pejabat memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Karena itu, ketika persoalan muncul dalam bidang yang dipimpinnya, pejabat harus mampu menggerakkan sumber daya yang tersedia dan membangun kerja sama di dalam organisasinya.
Cara tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga agar pelayanan pemerintahan tetap berjalan. Persoalan internal yang tidak segera ditangani berpotensi memengaruhi pelaksanaan program dan pelayanan yang dirasakan masyarakat.
Sebaliknya, ketika masalah dapat dipetakan dan diselesaikan secara bertahap, pekerjaan pemerintahan memiliki arah yang lebih jelas.
Bagi masyarakat, kepemimpinan dalam pemerintahan pada akhirnya dapat dilihat dari kemampuan organisasi merespons persoalan yang mereka hadapi. Bukan sekadar seberapa cepat sebuah keputusan dibuat, tetapi juga bagaimana masalah dipahami, siapa yang dilibatkan, dan bagaimana penyelesaiannya dijalankan.
Karena itu, Bunda Indah mendorong pejabat yang baru dilantik untuk tidak takut menghadapi persoalan. Setiap masalah perlu dihadapi dengan koordinasi, penentuan prioritas, dan kemauan untuk terus mencari solusi.
Jabatan, dengan demikian, bukan hanya amanah untuk mengelola pekerjaan rutin, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan persoalan yang ada tidak dibiarkan berlarut-larut.
( uzi-tm )
