RADARBLAMBANGAN.COM, | Bondowoso, – Festival Lomba Lagu Tembang Kenangan di Kabupaten Bondowoso sukses menyedot perhatian masyarakat. Event yang diikuti ratusan peserta lintas generasi itu dinilai bukan sekadar ajang hiburan, melainkan langkah nyata membangkitkan pariwisata dan pelestarian seni budaya daerah.
Kepala Disparbudpora Bondowoso Gede Budiawan melalui Sekretaris Disparbudpora Bondowoso Andrie Antonio Zola menyampaikan apresiasi kepada komunitas seni yang dinilai konsisten menjaga eksistensi tembang kenangan di tengah perkembangan musik modern.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada komunitas. Dengan adanya kegiatan ini, salah satu kekayaan seni budaya di Bondowoso tetap lestari. Ini juga menjadi bagian dari tugas dan fungsi kami,” ujarnya.
Menurut Zola, festival tersebut dirancang agar menjadi agenda tahunan yang mampu menarik perhatian masyarakat luas sekaligus memperkuat sektor wisata budaya di Bondowoso.
“Nantinya kegiatan ini bisa kita jual kepada masyarakat luas. Kalau berbicara seni, kita menghapus sekat jabatan dan status. Selama masih suka terhadap tembang kenangan, kita adalah teman dan saudara yang berjuang bersama menjaga eksistensi tembang kenangan di Indonesia,” katanya.
Disparbudpora Bondowoso, lanjut dia, telah menyiapkan dukungan anggaran dan strategi pengembangan event melalui kolaborasi bersama komunitas serta promosi digital.
“Kita menggandeng komunitas yang membuat event, lalu kami hadir mendukung termasuk dari sisi pemasaran melalui media sosial agar kegiatan ini terus tumbuh,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah siap mendukung penuh apabila festival tersebut berkembang hingga tingkat provinsi maupun nasional.
“Kalau nanti kegiatan ini meningkat ke tingkat provinsi atau nasional, kami juga akan menyiapkan produk-produk unggulan Bondowoso untuk dikenalkan kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD LPRI Jawa Timur Derek Frans Keiley yang sekaligua merangkapnaebagai Ketua Panitia Lomba Lagu Tembang Kenangan menilai dukungan Disparbudpora menjadi energi besar bagi komunitas seni untuk ikut menggerakkan sektor wisata daerah.
“Di bawah bimbingan Pariwisata Bondowoso, kita ingin wisatanya meningkat. Alhamdulillah kegiatan seperti ini sangat membantu. Kita mulai dari festival-festival kecil dan harapannya mampu menggugah sektor pariwisata,” ujarnya.
Menurut Derek, tujuan utama festival tersebut ialah membangkitkan wisata Bondowoso melalui seni musik lawas sekaligus memberi ruang bagi para lansia untuk tetap aktif dan produktif.
“Kita ingin membangkitkan wisata Bondowoso melalui tembang-tembang kenangan. Selain itu juga menggugah para lansia untuk bangkit dan tetap berkarya,” katanya.
Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap festival itu sangat tinggi. Bahkan jumlah pendaftar mencapai ratusan peserta dari kalangan muda hingga lansia.
“Peserta tercatat hampir sekitar 300.Karena ini pertama kali digelar dan tempatnya terbatas, sementara kita batasi sekitar 100 peserta dulu,” jelas Derek.
Menurutnya, tingginya animo masyarakat menjadi bukti bahwa event berbasis budaya masih memiliki daya tarik besar dan berpotensi menjadi agenda wisata unggulan daerah.
“Harapannya bukan hanya Komunitas Joglo saja, tapi masyarakat juga punya semangat dalam kegiatan seperti ini yang tujuannya untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Bondowoso,” pungkasnya.***
