RADAR-BLAMBANGAN.COM, | SURABAYA – Pemerintah bergerak cepat merespons persoalan kemacetan parah yang kerap melumpuhkan akses penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini menyiapkan skema besar dengan menghadirkan pelabuhan penyangga sebagai solusi untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi penyeberangan Jawa–Bali, terutama pada periode libur panjang dan musim mudik ketika volume kendaraan melonjak drastis hingga memicu antrean panjang.
Keberadaan pelabuhan penyangga diharapkan mampu membagi arus kendaraan sehingga beban operasional Pelabuhan Ketapang tidak lagi terpusat pada satu titik. Dengan sistem distribusi yang lebih merata, proses penyeberangan diproyeksikan menjadi lebih cepat, tertib, dan efisien.
Selain menyiapkan infrastruktur pendukung, pemerintah juga akan memperkuat koordinasi lintas instansi, mulai dari operator penyeberangan, aparat kepolisian, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya adalah memastikan rekayasa lalu lintas dan pelayanan kepada pengguna jasa berjalan optimal.
Rencana ini mendapat perhatian serius karena jalur Ketapang–Gilimanuk merupakan salah satu urat nadi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat antara Pulau Jawa dan Bali. Gangguan di lintasan tersebut tidak hanya berdampak pada perjalanan penumpang, tetapi juga terhadap kelancaran pasokan barang dan aktivitas ekonomi.
Dengan disiapkannya pelabuhan penyangga, pemerintah berharap persoalan kemacetan kronis yang selama ini menghantui lintasan penyeberangan tersibuk di Indonesia itu dapat ditekan secara signifikan. Masyarakat pun menaruh harapan besar agar langkah ini segera direalisasikan sehingga perjalanan menuju Bali maupun sebaliknya menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman.(mh)
