RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Gema shalawat dan semangat ukhuwah Islamiyah bakal mengguncang Kampung Bulusan, Sumber Tanjung Batu, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Sabtu malam (22/8/2026).
Masjid Al-Amin Perumahan BPI III bersama warga RT 03, RT 05, RT 06 BPI 3 Wiradata menggelar Pengajian Maulid Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Digelar mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai di Lapangan Wiradata Kampung Bulusan Sumber Tanjung Batu, WBS ke Timur, kegiatan tersebut menghadirkan Gus Farid dari Majelis Mahabatun Nabi sebagai penceramah.
Namun, Maulid Akbar kali ini tak sekadar menjadi panggung tausiyah dan lantunan shalawat. Pesan sosial yang disampaikan Camat Kalipuro Drs. Ahmad Nuril Falah, M.Si., justru menjadi salah satu perhatian penting masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Kalipuro menegaskan pemerintah tidak ingin ada anak yang sampai putus sekolah maupun perempuan yang hidup terlantar.
“Jangan sampai ada anak putus sekolah dan jangan sampai ada janda yang terlantar,” tegasnya.
Ia bahkan meminta masyarakat tidak tinggal diam apabila menemukan warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan pemerintah.
Menurutnya, persoalan sosial di tingkat masyarakat harus segera disampaikan melalui jalur pemerintahan paling bawah.
“Silakan lapor ke RT kalau ada janda yang terlantar. Kalau RT tidak mampu, laporkan ke Pak Lurah. Kalau Pak Lurah tidak mampu, langsung lapor kepada saya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian karena menunjukkan pentingnya kepedulian sosial dimulai dari lingkungan terkecil. Pemerintah, kata dia, harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan.
Sementara itu, Kepala BNNK Banyuwangi yang dijadwalkan hadir, Kombes Pol. Rachmat Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., berhalangan hadir karena mendapat tugas ke Surabaya.
Panitia menyampaikan bahwa perwakilan BNNK sempat datang ke lokasi. Namun, sebelum acara dimulai, perwakilan tersebut telah meninggalkan lokasi dan tidak terdapat keterangan lebih lanjut mengenai alasan kepulangannya.
Terlepas dari hal tersebut, rangkaian Maulid Akbar Masjid Al-Amin tetap berlangsung dengan semangat kebersamaan warga.
Momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan kembali semangat ukhuwah Islamiyah, kepedulian sosial dan gotong royong di tengah masyarakat.
Dari Bulusan Wiradata, lantunan shalawat diharapkan bukan hanya menggema di malam Maulid, tetapi juga menjadi energi kebersamaan untuk membangun lingkungan yang guyub, rukun dan saling peduli.
Sebab, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak berhenti pada lantunan shalawat, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama terutama memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar dan tidak ada warga yang dibiarkan menghadapi kesulitan seorang diri.
Maulid Akbar Al-Amin pun menjadi pesan kuat: dari kampung, ukhuwah dibangun; dari kepedulian, persaudaraan dikuatkan.(mh)
